Rabu, 10 November 2021

Kodim 1606/Mataram Melaksanakan Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten dan Paham Radikal


MATARAM, NTB - Kodim 1606/Mataram melaksanakan Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal Kodim 1606/ Mataram TA. 2021 dengan Tema "Mewujudkan Binter TNI AD yang Adaptif Melalui Mewaspadai Bahaya Laten Komunis Dan Faham Radikal Deni Keselamatan NKRI,”bertempat di Garasi Makodim 1606/ Mataram, Jln Pejanggik No 7 Kota Mataram, Rabu (10/11/2021)


Amanat Dandim yang di sampaikan oleh Kepala staf Kodim (Kasdim) 1606/Mataram letkol Arh Yudia, S. Si ., M. Si.  yang mengatakan Pada kesempatan ini atas nama keluarga besar Kodim 1606/Mataram menyampaikan selamat datang kepada peserta undangan kegiatan Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal TA. 2021, dengan harapan semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat terlaksana dengan aman dan lancar.


Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penyegaran kembali kepada kita tentang bahaya laten komunis dan paham radikal serta untuk mewujudkan tingkat kewaspadaan yang tinggi kepada seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil yang ada di Wilayah Kodim 1606/Mataram, sehingga ada kesamaan langkah serta tindakan dalam menyikapi bahaya laten komunis dan paham radikal yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan di masyarakat.


Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa berdasarkan undang-undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara, disebutkan pertahanan negara bertujuan untuk menjaga dan  melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman, diantaranya adalah ancaman yang datangnya dari dalam negeri kita sendiri yaitu bahaya laten komunis dan paham radikal,”Tegasnya. 


Dalam perkembangannya kelompok komunis dan ditambah lagi sekarang dinamakan kelompok radikal sudah melalui berbagai macam cara yang Inkonstitusional untuk merubah ideologi bangsa indonesia yaitu dengan jalan mengembangkan ajarannya yang tidak sesuai dengan pancasila. 


Kelompok komunis dan paham radikal akan selalu berupaya menentang kebijakan pemerintah serta menciptakan instabilitas politik dan keamanan oleh karena itu untuk mencermati perkembangan bahaya laten komunis dan paham radikal di Indonesia, maka seluruh komponen bangsa perlu senantiasa waspada guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran komunis yang berusaha merusak ketatanegaraan di Indonesia maupun faham radikal yang selalu berupaya untuk memaksakan penggunaan syariat Islam dalam sendi-sendi ketatanegaraan yang dapat mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI,”Ucapnya.


“Kasdim menambahkan, menghimbau kepada seluruh Prajurit, PNS dan beserta keluarga besar TNI yang berada di wilayah Kodim 1606/Mataram untuk selalu proaktif dalam membantu pengawasan dan upaya pencegahan perkembangan bahaya laten komunis dan paham radikal di Indonesia, maka seluruh komponen bangsa perlu senantiasa waspada guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran komunis yang berusaha merusak sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya laten komunis dan paham radikal diwilayahnya agar tidak berkembang dan membahayakan kedaulatan negara,”Tegasnya Kasdim 



Menyikapi perkembangan situasi saat ini dimana masih mewabahnya Virus Corona ( Covid-19 ) yang sudah menjadi Pandemi global dan penyebarannya masih ada sampai dengan saat ini, untuk itu dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 saya mengajak kepada seluruh peserta yang hadir pada hari ini agar dapat ikut serta berpartisipasi dalam mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 yang telah di tetapkan oleh pemerintah di tempat tinggalnya masing-masing, maka dari itu kerjasama dengan semua unsur di wilayah harus terus ditingkatkan. 


Semoga apa yang kita kerjakan yang didasari oleh keihklasan akan mendapatkan ridho dan bimbingan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, serta wilayah Kodim1606/Mataram tetap dalam situasi yang aman dan kondusif,”Tutupnya. (redaksi) 

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.