Header Ads

ads header

Dewan Sidak Gudang Tembakau Diduga Illegal


SeputarIndonesia.com - Lombok Tengah | Setelah sekitar sebulan lalu, sejumlah Dewan Lombok Tengah melakukan kunjungan ke UD Mawar yang diduga memproduksi rokok illegal, kali ini rombongan dewan kembali melakukan kunjungan lapangan.


Namun kunjungan kali ini benar-benar mencoba memberikan efek kejut terhadap perusahaan yang berada di Dusun Eat Nyiur Desa Wajageseng Kecamatan Kopang itu dengan cara melakukan inspeksi mendadak alias Sidak.


Pasalnya, pada kunjungan lapangan sebelumnya, rombongan tidak menemukan proses pembuatan rokok seperti yang dituduhkan oleh masyarakat. Ada dugaan bahwa produsen sengaja menyembunyikan alat illegal yang dilaporkan ketika ada informasi bahwa anggota dewan akan melakukan kunjungan.


Sidak yang langsung dikomandoi oleh Ketua Komisi II DPRD Loteng, HL Kelan itu langsung menuju lokasi setelah sebelumnya mampir di Kantor Desa sebagai pemberitahuan mendadak ke aparat desa setempat.


"Kita sengaja datang tanpa pemberitahuan sebelumnya agar tidak ada dusta di antara kita," ungkap Miq Kelan, sapaan akrabnya pada saat memulai pembicaraan di depan pemilik UD Mawar, H.Suardi.


Sebelum gudang tempat penyimpanan tembakau rajangan cap Matahari itu dibuka, sempat dilakukan diskusi ringan antara pemilik UD Mawar dengan rombongan.


"Kami datang atas permintaan masyarakat, kami mau tau apakah benar di sini produksi rokok atau hanya proses tembakau rajangan," ungkap Miq Kelan lagi.


"Kami juga mau pastikan izin-izin yang sudah dikantongi, jangan sampai masyarakat dan daerah secara umum dirugikan," sambungnya tegas.


Sementara itu, Majrun, anggota Komisi II mengatakan, yang lebih penting lagi adalah memastikan kebenaran laporan masyarakat dan riuhnya di medsos mengenai efek yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan itu. Termasuk mengenai tudingan masyarakat bahwa limbah hasil produksi, packing bahkan perajangan tembakau itu telah menjadikan masyarakat sekitar terjangkit penyakit.


"Makanya kami juga meminta kehadiran dokter dari puskesmas setempat sebagai ahli kesehatan untuk memberikan keterangan kepada kami berdasarkan ilmu kedokterannya," kata Majrun melanjutkan.


Sebelum diskusi dilanjutkan, pemilik UD Mawar tidak keberatan untuk membuka gudang tembakau yang sebelumnya dituduhkan sebagai lokasi pembuatan rokok dan penyebab munculnya penyakit di tengah masyarakat.


"Izin kami lengkap, bahkan sampai beacukai juga bisa kami tunjukan, dan silakan periksa gudang kami, tidak ada yang kami sembunyikan sama sekali," ungkap H.Suardi.


Hadir juga saat itu aparat Desa seperti Sekdes Wajageseng, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga Dokter Puskesmas Wajageseng  sebagai ahli kesehatan yang sengaja saat itu didatangkan oleh pihak Dewan melalui permintaan kepada Dinas Kesehatan. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.