Header Ads

ads header

Ditengah Covid-19, Bupati Lombok Barat Resmikan Puskesmas Sesela


Lombok Barat - Beroperasinya Puskesmas Sesela, Kec. Gunungsari disambut baik orang nomor satu di Lombok Barat. Selain dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, juga dapat mengisi rasio jumlah penduduk di tiga wilayah khususnya di tiga wilayah kerja Puskesmas yakni Desa Sesele, Desa Jati sele dan Desa Midang.

“ Di tengah Covid 19 ini merupakan moment yang tepat kita meresmikan Puskesmas Sesele. Jadi  di Lombok Barat memiliki 20 Puskesmas untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,"ujar Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid saat meresmikan Puskesmas Sesela Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, Selasa, (9/6).

Dikatakan Fauzan Puskesmas Gunungsari merupakan Puskesmas yang ketiga di Kec. Gunungsari dan di Lombok Barat merupakan puskesmas yang ke-20. Jadi  di Lombok Barat memiliki 20 Puskesmas sehinga rasio penduduk khususnya di Kecamatan Gunungsari sudah tuntas untuk fasilitas kesehatannya terutama Puskesmas. “Tinggal dua kecamatan yang belum dari sisi rasio penduduk yaitu kecamatan Batulayar dan Kuripan. Mudah mudahan tahun 2021 bisa kita bangun,” harapnya. 

Selanjutnya dikatakan Fauzan, Puskesmas Sesela merupakan Puskesmas yang pertama di Lombok Barat yang ada sentuhan lokalnya yakni dengan ukiran cukli. Untuk itu ke depan Fauzan berharap semua bangunan harus memiliki khas lokal seperti yang akan dibangun atau direhab ulang nantinya seperti Puskesmas Banyumulek, Dasan Tapen, Rumah Sakit Tripat dan Rumah Sakit Awet Muda Narmada.

Untuk itu, ia memberikan dua alternatif sentuhan lokalnya pertama cukli dan Tenun Gumise.  Karena dengan itu merupakan cara  mengkampanyekan dan memasarkan kelebihan lokal yang dimiliki kabupaten Lombok Barat.

“ Kita harus memiliki ciri khas karena kelihatannya menarik seninya kelihatan. Kalaupun  bangunan itu memiliki sertifikasi dari pusat tapi tetap memilki ciri khas," sebutnya.

Dan untuk Puskesmas Sesela, Ketua Satgas Covid-19 Lombok Barat ini berjanji akan melengkapi fasilitas dan peralatan medisnya serta tenaga kesehatannya, supaya tidak lagi masih dibantu oleh puskesmas Gunungsari.

“Mudah mudahan tiga bulan ke depan dana revitalisasi yang memang mandiri dikelola oleh fasilitas kesehatan tertentu bisa dioperasionalkan sehingga tidak lagi seratus persen menyusu di Puskesmas Gunungsari," cetusnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, dr.Hj.Ni Made Ambaryati menjelaskan Puskesmas Sesela dibangun di atas tanah seluas 3200 meter persegi dengan luas bangunan 800 meter persegi, sedangkan untuk rumah dinas dokter seluas 70 meter persegi, rumah para medis masing masing seluas 50 meter persegi dan semua telah mengikuti prototif oleh Kementerian Kesehatan RI di seluruh Indonesia.

Selain itu untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat menurut ketentuan Kemnterian Kesehatan, Puskesmas Sesela memiliki 30 staf, 1 ambulan,  4 unit kendaraan roda dua dan dilengkapi dengan 24 ruang yang di lsesuaikan dengan  standar ruangan puskesmas. 

Tidak hanya itu puskesmas juga didukung dengan jejaring tiga buah poskesdes dan 26 buah posyandu. 

Dengan bertambahnya Puskesmas Sesela maka Kecamatan Gunungsari menjadi kecamatan yang memiliki jumlah sarana puskesmas sama dengan Kecamatan Narmada.

Sedangkan sumber anggaran untuk pembangunan Puskesmas Sesela, sebut Ambar, dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) regular pelayanan kesehatan dasar tahun 2019. Sebesar  Rp. 12.612.365.956 yang baru terealisasi sebesar 7.965.891.7062 atau 63,16 persen.(rd)

No comments

Powered by Blogger.