Header Ads

ads header

Ketua Dewan : Data JPS Mantap Lobar Tahap Pertama Masih Semerawut


Lombok Barat - Sejumlah data penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) Mantap Lombok Barat. Akhir akhir ini menuai protes dari beberapa pihak.  Hal tersebut terkait dengan berbagai kekurangan yang ditemukan. 

Ketua DPRD Lombok Barat. Hj. Nurhidayah Menjelaskan terkait kesemerawutan data tersebut memang di akui, namun hal itu sema mata untuk mempercepat distribusi bantuan ke masyarakat yang membutuhkan akibat Covid-19. 

"Kita sudah di kejar waktu untuk masyarakat kita yang ada dibawah. Dengan kondisi hari ini banyak yang di PHK, banyak usaha usaha yang tutup, banyak kerjaan yang tidak terlaksana membuat ekonomi semakin memburuk" . Ujarnya 

Selain itu, Hj Hidayah menjelaskan memang persiapan data dalam waktu hanya 2 bulan tentu banyak yang tidak singkron dan memuaskan.

" Dari hasil koordinasi kami bersama Bupati. Kita sepakat untuk mengeluarkan bantuan tahap pertama diawal bulan Ramadhan,  Jika ada protes terkait data yang dianggap ada kesalahan data kita akan perbaiki di tahap kedua. Kami akui memang di data sekarang ini banyak yg namanya double, penerima yg sudah meninggal, yang mampu, pendamping PKH dan persoalan lain" ujarnya. 

Sementara itu, besaran bantuan yang diberikan kepada warga menurutnya tidak sebesar pemerintah pusat atau provinsi namun menyesuaikan kemampuan daerah. 

"Kalau Pemprov mampu memberikan Rp.600 nah kalau kita hanya mampu memberikan Rp. 250.000 itupun sudah kita hitung matang sesuai dengan kemampuan daerah" sambungnya. 

Untuk bantuan yang akan digelontorkan ke Masyarakat sambung Hj.Hidsyah , kurang lebih sebanyak 7 program seperti NTB gemilang, PKH, JPS, BLT ,dari Kemensos bantuan perluasan sembako dan lainya. dan hingga saat ini pendataan sedang dilakukan oleh Dinas sosial. 

Ia juga tidak lupa berharap kepada semua pihak untuk bersama -  sama bergerak bergotong royong mencegah CoViD -19. Kami percaya bahwa para tokoh yang di dengar oleh masyarakat kita yg ada dibawah. dan Terkait dengan himbauan pemerintah, sholat Jumat diganti dengan sholat Zuhur dirumah dan sholat tarawih untuk dikerjakan dirumah mari kita taati bersama.(red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.