Header Ads

ads header

Bupati Berharap Gubernur Jadikan Asrama Haji Tempat Karantina Terpusat


Lombok Barat - Bupati Lombok barat, H Fauzan Khalid mengusulkan agar Gubernur NTB bisa  melakukan karantina terpusat di Asrama Haji bagi warga yang datang dari luar daerah dan luar negeri yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). 

"Karantina terpusat ini penting memudahkan pemantauan dan penanganan bagi ODP. Pasalnya dengan kondisi ODP yang saat ini tersebar di masing-masing kabupaten/kota agak menyulitkan penanganan. Apalagi menyusul ratusan tenaga Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dalam Waktu dekat dipulangkan dari luar negeri." Papar Bupati.

Karantina terpusat diusulkan bukan tanpa dasar, Mengingat ODP dan Pasien dalam pengawasan (PDP) semakin melonjak. Per hari Rabu tanggal 1 April 2020 jumlah ODP meningkat menjadi 396 dan PDP tiga orang. Dijelaskannya meskipun saat ini kondisi Lobar masuk hijau artinya tidak ada positif Corona namun langkah penanganan harus diintensifkan. 

"Karena itu saya usulkan ke pak gubernur agar dilakukan karantina terpusat di Asrama Haji, supaya lebih mudah pemantauan dan penanganan. Nanti mengenai pembiayaan  selama Karantina diserahkan saja ke masing-masing kabupaten/kota, seperti biaya makan."terang Bupati. 

Lanjutnya, Kebijakan mengenai  pemusatan karantina jelas dia ada di gubernur sehingga pihaknya mengusulkan ke Gubernur. Menurutnya, asrama haji layak sebagai tempat karantina. Disamping itu kata dia memudahkan pengontrolan dari berbagai sisi. 

"Pemusatan karantina diyakini akan memudahkan pengontrolan untuk semua aspek, seperti tenaga medis dan pengamanan." Jelasnya.


Wakil ketua PWNU NTB HK Lalu Winengan juga sependapat dengan usulan Bupati Lombok Barat. Menurutnya, Pemprov NTB harus melakukan pemusatan karantina warga ODP di Asrama Haji untuk memudahkan pelayanan dan penanganan. Karena kalau karantina dipusatkan di satu tempat, Diyakini akan mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 di masing-masing Kabupaten /Kota di NTB. Pihak provinsi bisa mengajukan ke kementerian agama mengunakan Asrama Haji. 

"Ini untuk memudahkan pemantauan, kontrol dan penanganan,"ujar dia. 

Sebab kata dia, kalau dikarantina di masing-masing daerah menyulitkan Pemda karena keluarga juga pasti ingin memulangkan keluarganya. (Rd)

No comments

Powered by Blogger.