Header Ads

ads header

Kembangkan Pariwisata, Dewan Harap Sekotong Tidak Dilupakan


Lombok Barat - Pemda Lombok Barat memiliki sektor basis pariwisata. Sektor ini menjadi tulang punggung mendongkrak perekonomian dan pendapatan daerah ke depan. Menyadari sektor pariwisata sebagai sektor basis, maka Pemda harus serius menangani destinasi yang ada. Bicara destinasi, tidak bisa lepas dari kawasan Sekotong dan Senggigi.

Tahun ini Pemda akan menyentuh penataan destinasi Senggigi dengan anggaran Rp45 miliar, sementara kebijakan anggaran penataan kawasan Sekotong sejauh ini minim. Pemda diharapkan mengarahkan anggaran pinjaman daerah yang masih ditunda di Senggigi untuk kawasan Sekotong. Sebab jangan sampai kebijakan antara penataan kawasan destitasi tersebut timpang. Karena bagaimanapun bicara Sekotong memiliki potensi berlimpah sehingga tak salah menjadi masa depan Lobar ke depan.

Abu Bakar, Anggota Komisi II DPRD Lobar menegaskan, mengacu RPJMD bahwa pariwisata menjadi basis dan dalam visi misi Bupati serta Wabup sudah jelas tertuang bagaimana menjadikan Lobar yang mantap dengan salah satu sektor unggulan wisata. “Potensi masa depan Lobar adalah parwisata, salah satunya  pariwisata Sekotong adalah masa depan Lobar,” tegas dewan yang juga pelaku wisata ini.

Politisi PKS ini menegaskan, untuk pengembangan parwisata jelas dia tak lepas dari konektifitas antar wilayah dan sektor. Sejauh ini pariwisata ini timpang, karena tidak meratanya dari sisi penataan destinasi kawasan wisata selatan dan utara. Padahal khusus di selatan kaya akan potensi, seperti 23 gili. Ambil contoh di Trawangan dengan tiga gili mampu berkembang pesat. 80 persen tamu ke NTB kata dia datang ke tiga gili tersebut sehingga mampu mendongkrak ekonomi daerah.

Sementara mereka belum tahu keunikan dan keindahan wilayah Sekotong yang luar biasa. Kalaupun Pemda tidak bisa menggarap 23 gili di Sekotong, paling tidak harus ada satu gili yang menjadi pilot project. “Pemda buang uang untuk datangkan uang lebih besar, disamping supaya jangan timpang penataan kawasan ini,” ujar dia. Pemda kata dia, harus berpikir bagaimana mengembangkan destinasi baru selain Senggigi yang sudah terkenal.

Termasuk kebijakan porsi anggaran untuk parwisata, lanjut dia tidak bisa setengah-setengah sebab harus disadari ke depan bagaimana potensi sekotong. Dari sisi geografis, luas Sekotong separuh wilayah Lobar harus digarap, kawasan ini diapit oleh dua potensi pariwisata besar, seperti kawasan Bali dan KEK Mandalika.

Termasuk pemda jangan lupa penataan kawasan Lembar sebagai poros maritim dunia. Pemda tegas dia harus serius. Sebab jangan sampai potensi SDA Sekotong ini dan kesaahan dalam mengambil keputusan menaruh anggaran untuk penataan destinasi ini menjadi mubazir. “Lebih baik cari destinasi baru, seperti arahkan ke Sekotong,” ujar dia. Dengan adanya master plane kawasan Gili gede kata dia bisa menjadi dasar pengembangan gili, tentunya dikoneksikan dengan kawasan wisata lain. Seperti Mekaki, Buwun mas dan lokasi lain. Selain itu, harus tekoneksi dengan KEK mandalika. “Kalau Gili Gede ditata, itu akan sangat nyambung dengan kawasan lain dan KEK, dan mampu menghasilkan pendapatan yang sangat besar,” jelas dia. Hanya saja, penataan dan pembukaan poros jalan saja tidak dianggarkan, sehingga mandek.

No comments

Powered by Blogger.