Header Ads

ads header

Tidak Berfungsi, Dewan Soroti Penampung Resservoir Miliaran


SeputarLombok.com|Lombok Barat – Para wakil rakyat Lombok Barat kembali melaksanakan fungsinya dalam hal pengawasan demi kepentingan masyarakat.

Kali ini, Komisi II DPRD Lombok Barat melakukan pengawasan khusus terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tidak menyuplai air bersih untuk masyarakat.

Saat melakukan pengawasan, Komisi II menemukan bahwa persoalan utamanya adalah tidak berfugsinya penampungan air (reservoir) milik PDAM. Terutama reservoir yang berada di wilayah Sekotong dan Gunung Sasak Kuripan serta di Lembar.

Padahal faktanya, ketiga wilayah ini adalah wilayah yang sedang berkembang terlebih khusus di dunia pariwisata. Tidak berfungsinya penampung air itu disebut-sebut sebagai penghambat utama pengembangan daerah pariwisata di kawasan itu.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Lobar, Munawir Haris bersama sejumlah anggota komisi lainnya mempertanyakan masalah ini. Apalagi, dia mengklaim bahwa investasi daerah parwisata menjadi terhambat akibat investor yang mau berinvestasi mengeluhkan tidak adanya air bersih.

“Reservoir air PDAM yang ada di Sekotong dan Gunungsasak dibangun dengan dana miliaran, tapi sampai saat ini tidak bisa dipakai. Apa penyebabnya?” herannya.

Bahkan, Politisi PAN ini mempertanyakan bahwa penampung air ini juga tidak berfungsi pada saat musim hujan.

Hal senada diungkap anggota Dewan Komisi II dari Dapil setempat, Abu Bakar membeberkan bahwa masyarakat di daerah Sekotong sudah lama belum disentuh pelayanan dasar air bersih.

“Sebagian besar belum dilayani, saya mau tanya ke PDAM targetnya sampai berapa tahun baru bisa mengairi wilayah itu,” geramnya.

Kalaupun tidak ada kejelasan, tegas dia, pihaknya dan masyarakat bisa mencari solusi alternatif lain secara mandiri. Sebab kondisi terparah dilanda kekeringan saat musim kemarau.

Alternatif yang bisa dilakukan kata dia, bisa saja ada pihak ketiga mengebor atau menyuling dan mengalirkan air ke daerah sekotong khususnya di Gili Gede. Seperti pola yang dilakukan di Gili Terawangan, tentu dengan pola yang lebih bagus agar tidak bermasalah. 

Menurut dia, air menjadi kendala satu-satunya di Sekotong dalam pengembangan pariwisata. 

“Kalau air masuk di daerah kami, bisa dipastikan akan jauh lebih maju dibandingkan daerah wisata lainnya,” yakinnya.

Sementara Anggota Komisi II lainnya, Saeun justru menyoal hasil survei yang dilakukan PDAM yang menyatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat mencapaip 97 persen. Sebab, hasil survey itu ternyata bertolak belakang dengan kondisi di lapangan.

Dimisalkan fakta yang ditemukan di daerah Sekotong bahwa masyarakat belum menikmati air PDAM secara keseluruhan. Karena saat ini pipa PDAM hanya baru sampai di kantor Camat saja belum sampai ke Sekotong bagian Barat dan Buwun Mas.

“Tidak ansih menyangkut PDAM saja ini, namun banyak hal, seperti di Sekotong Pemda berupaya memaksa investor membangun namun kendalanya air. Kalau mereka dipaksa membangun lalu bertanya, air nya mana, kan repot juga,” serunya. 

Lebih disesalkan, bahwa kerap kali air bersih dari PDAM ini juga ngadat di kantor penyelenggara pemerintahan seperti di kantor DPRD Lobar.

“Ini kan ganggu aktivitas dewan juga,” lanjutnya masih dengan nada geram.

Sementara Sekretaris PDAM, Syahrir Syair saat ditanya mengenai reservoir ini berkelit. Dikatakan, penampung itu tidak mugkin tidak dimanfaatkan kalau selama debit yang ada sampai ke daerah itu tercukupi dengan elevasi dan jarak.

Harus dipahami bersama, kata dia, untuk mencapai sumber di Sekotong itu berasal dari Lembag Sempage Narmada. Yang berjarak sekian puluh kilometer melewati daerah dengan topografi tinggi.

“Di satu sisi, reservoir ini wajib dibangun selain untuk produksi untuk pemerataan aliran air, juga berfungsi pelepas tekan. Sama kasusnya seperti di reservoir di daerah Gunung Sasak,” jelasnya.

Menyoal kapan air PDAM bisa disuplai menyeluruh ke Sekotong? Menurut dia dalam pemenuhan air masyarakat bukan hanya tugas PDAM namun juga menjadi kewajiban Negara. Salah satu yang dilakukan adalah dengan dibangunnya bendungan Meninting dan bendung Sungai Dodokan yang  diharapkan mampu menyentuh Sekotong.

“Kalau bendungan ini selesai dibangun tentunya tidak sampai lima tahun air bisa disuplai lebih maksimal ke Sekotong,” prediksinya. (RD)

No comments

Powered by Blogger.