Header Ads

ads header

Proyek Puskesmas Mangkrak, Komisi IV Sayangkan Masyarakat Dirawat di Ruko


SeputarLombok.com|Lombok Barat – Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Lombok Barat yang membidangi masalah kesehatan menemukan beberapa hal menarik namun memprihatinkan.

Temuan itu berupa pelayanan kesehatan masyarakat di sejumlah titik wilayah tidak dilaksanakan di dalam lingkungan puskesmas setempat melainkan dilaksanakan di Ruko yang tentunya tidak layak dijadikan sebagai lokasi pelayanan kesehatan. Akibatnya pelayanan kesehatan menjadi tidak maksimal.

Hal itu ternyata diakibatkan mangkraknya proyek pembangunan sejumlah puskesmas yang sudah lewat tahun anggaran. Proyek itu antara lain, Puskesmas Dasan Tapen, Puskesmas Sigrongan dan sejumlah Puskesmas lainnya.

Parahnya, pelayanan kesehatan di ruko ini diprediksi masih akan tetap dilaksanakan hingga beberapa bulan mendatang, tepatnya diperkirakan sampai bulan April.

Komisi IV sendiri yang mengaku prihatin dengna kondisi masyarakat seperti ini langsung mendesak para rekanan untuk segera menyelesaikan pekerjaannya. Pasalnya, para rekanan sudah mendapat kesempatan perpanjangan waktu bekerja.

Ketua Komisi lV DPRD Lombok Barat Jumarti dari Fraksi PPP mengungkapkan, masyarakat mengeluhkan kondisi puskesmas yang belum jadi dan memaksa masyarakat harus dilayani di ruko.

“Ini kan keluhan masyarakat, dan kalaupun masyarakat tidak mengeluh, rekanan tidak boleh abaikan pekerjaan seperti ini,” tegasnya.

Sementara anggota Komisi lV Lalu Irwan ST mengatakan, selain pelayanan kesehatan yang tidak maksimal untuk masyarakat, pihaknya juga menyoroti mengenai proyek pekerjaan tahun lalu yang tidak terselesaikan.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya penekanan agar bisa selesai dan rampung sehingga tidak mengganggu pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

"Kita ingin melihat bagaimana pelayanan di Puskesmas kepada masyarakat, juga terkait ingin mengetahui fasilitas sarana dan prasarana pendukung lainnya. Kami juga menanyakan soal SDM yang dimiliki Puskesmas yang ada. Pun yang lebih krusial juga mengenai pekerjaan proyek yang molor dan tidak menuntaskan pekerjaan tahun lalu," ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan, berdasarkan hasil pertemuan dengan Dinas Kesehatan (Dikes) progres yang sudah tercapai bervariasi. Ada yang 80 persen dan  90 persen, namun belum ada pekerjaan final hingga 100 persen. 

“Kami mendesak Dikes untuk bagaimanapun caranya proyek ini harus dipercepat penyelesaiannya karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas dia.

Proyek puskesmas ini harus dipercepat, karena kondisi sudah tidak baik. Lebih-lebih kondisi cuaca saat ini yang memasuki musim hujan diprediksi akan banyak penyakit yang bisa timbul akibat perubahan musim. Pihak puskesmas pun diminta untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat maksimal dalam kondisi ini.

Khusus di Puskesmas Dasan Tapen lanjut Lalu Irwan, sebenarnya tidak terjadi masalah atau temuan apa apa. Hanya saja, melihat angka kunjungan masyarakat disana terjadi peningkatan, sementara sarana tergolong kecil dan perlu ada perluasan fisik. Namun oleh pihak Puskesmas sendiri rencananya akan diperluas. Dana untuk fisik perluasan puskesmas ini sudah disiapkan dari DAK. Hanya saja Pemda diminta untuk kesiapan masalah lahan.

"Terkait lahan sendiri sudah ada sekitar 38 are di samping puskesmas, tinggal dibayar oleh BPKAD. Masalah ini harus dituntaskan lebih cepat di awal tahun ini, jangan sampai terjadi lagi DAK tidak bisa dieskekusi," tukasnya.

Sementara menurut informasi, di puskesmas Dasan Tapen jumlah pasien meningkat hingga 50-100 orang per harinya.

“Kalau kunjungan rata-rata diatas 50 hingga hampir 100 orang per hari, “ aku Kepala UPT BLUD Puskesmas Dasan Tapen, NS.H Hasmuni Budiawan, S.Kep,.

Diungkapkan, untuk pelayanan yang di puskesmas ini, terdiri dari UGD, poli umum, poli anak, kesehatan ibu dan anak. Pihaknya memastikan pelayanan masyarakat akan maksimal, ketika puskesmas gerung dilaksanakan di Ruko. Kekuatan SDM karyawan yang tersedia lumayan besar mencapai 80 orang lebih. (RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.