Header Ads

ads header

Dewan Sebut Keputusan PT Tripat Bisa Turunkan Jumlah Wisatawan



SeputarLombok.com|Lombok Barat – Keputusan PT Tripat yang ditunjuk sebagai pengelola obyek wisata Taman Narmada untuk menaikan harga tiket disesalkan sejumlah kalangan.

Tidak hanya para pelaku wisata, anggota dewan Lombok Barat juga ternyata menyoroti masalah ini dengan serius.

Pasalnya, harga tiket masuk (HTM) ke Taman Narmada khusus pengunjung wisatawan asing tergolong sangat tinggi mencapai Rp. 50 ribu atau mencapai 300 persen dari tarif awal yang hanya berkisar Rp. 15 ribu. Sedangkan untuk pengunjung lokal, harga tiket masuknya tetap Rp10 ribu per orang.

Kritikan tajam itu dilontarkan oleh Anggota DPRD Lobar, Dapil Narmada Lingsar, Hendra Harianto. Dia mengatakan seharusnya kenaikan HTM ini dibarengi dengan peningkatan pelayanan, fasilitas, wahana dan pementasan budaya di taman tersebut. Lebih-lebih dari sisi setoran PAD dari Taman Narmada mengundang tanya karena tidak pernah mencapai target. 

“Kami menyayangkan apa yang dilakukan pihak manajemen, ini bisa menjadi penyebab akan turunnya jumlah wisatawan,” kritiknya pedas.

Menurut politisi PKB ini, seharusnya pihak managemen lebih berhati-hati dan membaca situasi kondisi geliat kepariwisataan Daerah. Jangan sampai akibat kenaikan tiket masuk justru menjadi penghambat jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Narmada.

Menurutnya ketika pihak pengelola mau menaikkan harga tiket, tentu diikuti dengan peningkatan pelayanan, fasilitas dan wahana yang ada. Bahkan bila perlu lanjut dia, ada pertunjukan Budaya seperti pementasan gendang beleq, presean dan kegiatan budaya lain di taman Narmada karena konsep di Taman Narmada itu adalah budaya dan sejarah.

“Bukan menawarkan yang sudah ada dan monoton,” tegas dia lagi.

Dicontohkannya, di Candi Borobudur dan Prambanan, harga tiket yang ditawarkan cukup tinggi tetapi tidak di permasalahkan sama sekali karena memang yang disuguhkan dan dinikmati wisatawan setara dengan uang yang dirogoh. Misalnya ada pagelaran dan pertunjukan yang memanjakan wisatawan.

“Dan kami yakin jika ini dilakukan akan berdampak positif terhadap perkembangan pariwisata daerah dan PAD,” tegas dia.

Selain kritikan pedas mengenai keputusan kenaikan HTM itu, dirinya juga menyoroti masalah target PAD yang tidak kunjung terpenuhi oleh PT Tripat. Dimisalkan target PAD tahun lalu mencapai Rp. 300 juta hanya tercapai 90 persen saja dari seluruh target.

“Ini kan juga mendundang tanda tanya buat kami, sekarang malah mengambil keputusan yang bisa saja menurunkan jumlah wisatawan,” ketusnya.

Sementara itu, Dirut PT. Tripat, H. Poniman mengaku kenaikan harga tiket masuk mulai diberlakukan awal tahun ini. 

“Untuk tiket wisatawan asing saja yang naik kalau pengunjung lokal tetap Rp.10 ribu,” jelas Poniman.

Diakuinya kenaikan harga tiket memang drastis. Namun dirinya berkelit jika kenaikan harga tiket ini sudah lama ditinjau dan setelah ada perbandingan dengan daerah lain. 

“Dibanding di daerah lain, justru tiket masuknya jauh lebih tinggi. Dan tiket masuk di Taman Narmada jauh lebih murah,” kilahnya.

Kenapa wisatawan asing yang dinaikkan? Menurut dia karena pengunjung dari wisatawan asing sedikit ke Taman Narmada, disamping memang harga paling tidak lebih tinggi dengan pengunjung lokal.

Kenaikan tarif ini juga untuk memperhatikan para pramuwisata atau guide agar lebih banyak berkunjung ke ke Taman Narmada. Termasuk untuk menyiapkan dan membenahi pelayanan yang dianggap kurang. 

Terkait kenaikan harga tiket yang dianggap tak sebanding dengan PAD? Dia menjawab tentunya diupayakan akan lebih maksimal untuk memberikan pemasukan ke daerah. 

Kata dia, yang namanya usaha jasa tergantung pengunjung. Kalau lagi ramai tentu pemasukan akan banyak, sebaliknya kalau kondisi pengunjung sepi maka pendapatan juga kecil. 

“Kita bukan menjual barang pabrikan,” jawabnya singkat.

Dijelaskan juga, berdasarkan kontraknya dengan Pemda target PAD yang dibebankan dari Taman Narmada mencapai Rp. 300 juta. Dari target ini tidak mampu mencapai 100 persen, sebab sekitar 80 persen lebih bisa dicapai tahun lalu. Untuk target tahun ini pun sama, diupayakan akan bisa dicapai 100 persen. 

“Lebih kurang capaian PAD-nya 90 persen lebih dari target 300 juta,” aku dia. (RD)

No comments

Powered by Blogger.