Header Ads

ads header

Meski Butuh Waktu, Industrialisasi di NTB Sudah Terlihat



Seputarlombok.com | Lombok Barat – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah telah menjadikan industrialisasi sebagai salah jalan untuk mengakselerasi pembangunan dan kesejahteraan di NTB. Meski program ini membutuhkan waktu serta jalan berliku, namun gagasan itu sudah terlihat saat ini. Salah satunya sejumlah mesin hasil UKM NTB yang dibuat di STIP Banyumulek.

“Senang hari ini di STIP Banyumulek menyaksikan mesin-mesin hasil karya UKM-UKM kita mulai dinilai dan disertifikasi oleh pemerintah pusat,” kata Gubernur ketika meninjau proses pembuatan mesin di STIP, Kamis (4/11/2019).

Gubernur menyampaikan industrialisasi itu berproses, tidak semudah membalik telapak tangan. Orang nomor satu di NTB ini menegaskan proses menghadirkan industrialisasi di daerah ini membutuhkan jalan panjang, berliku, dan mendaki. Hanya tekad dan kemauan yang kuat yang akan membuat optimisme tetap terpelihara dan membuahkan hasil.

“Industrialisasi harus dimulai dengan mengembangkan industri permesinan. Hadirnya industri permesinan akan meningkatkan produktivitas di berbagai sektor ekonomi kita,” jelas Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu.

Bang Zul mengatakan bahwa proses penilaian dan sertifikasi industri permesinan itu sudah lolos dan suskes, maka tidak ada alasan lagi bagi masyarakat NTB untuk tidak menggunakan mesin-mesin buatan NTB sendiri. Apalagi dihajatkan untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan sektor-sektor lainnya.

Sejauh ini, sejumlah inovasi industrialisasi telah berhasil diterapkan di NTB. Salah satunya drip irrigation yang dikembangkan di Kabupaten Lombok Utara. Inovasi ini telah meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat, yang semulanya hanya panen sekali setahun. Namun dengan teknologi itu, masyarakat bisa memanen tiga kali setahun. Apalagi, lahan yang dimanfaatkan adalah lahan-lahan karing yang selama ini kurang produktif.

Gubernur akan menduplikasi teknologi itu untuk diterapkan di seluruh kabupaten kota di Pulau Sumbawa.”Perjalanan panjang, selalu di mulai dengan langkah pertama,” katanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.