Header Ads

ads header

Kejati NTB Ungkap Tersangka Kasus Lcc


Seputarlombok.com|Penetapan tersangka LAS mantan dirut PT TRIPAT pada kasus penyertaan modal di lahan LCC Gerimak Narmada mendapat apresiasi dari Kasta NTB sebagai lembaga yang selama ini konsen melakukan pendampingan dan pengawalan kasus ini,  ditetapkannya LAS sebagai tersangka walau belum memenuhi rasa puas kami atas penanganan hukum kasus penyertaan modal Pt tripat ini setidaknya memberikan harapan bahwa setidaknya aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Tinggi NTB  memberi perhatian dalam upaya penuntasan kasus besar ini walau mulai dari masalah "kecil' dan belum menyentuh substansi dari kasus penyertaan modalnya karena penatapan tersangka ini hanya pada kasus pembangunan gedung pengganti milik dinas pertanian dan bukan pada kasus penyertaan modalnya termasuk masalah potensi hilangnya lahan 8,4 hektar milik pemkab lombok barat di lokasi LCC yang sertifikatnya sedang dijadikan agunan di bank sinarmas senilai 25 Miliar rupiah serta uang senilai 1,7 Miiar sebagai bagian dari penyertaan modal pemkab melalui PT TRIPAT dengan PT BLISS sebagai pengelola LCC kata Alhadi Moeis ketua DPD KASTA NTB LOMBOK BARAT.

Aldy panggilan akrab ketua Kasta Lobar berharap agar kejati NTB benar benar komit menuntaskan kasus LCC ini setuntas tuntasnya karena dia mensinyalir keterlibatan elit elit lombok barat dalam konspirasi kerjasama abal abal ini sangat nyata katanya, bagaimana bisa penyertaan modal pemkab berupa lahan seluas 8,4 hektar plus uang 1,7 miliar juga plus penyerahan sertifikat yang ternyata dijadikan agunan jaminan hutang di bank oleh mitra kerjasama pemkab yakni PT BLISS ke bank, hal ini tentu tidak lepas dari intervensi kekuasaan untuk memuluskan semua proses rekayasanya katanya menuding. 

Aldy  menegaskan bahwa KASTA NTB akan komit mengawal dan mendukung Kejati NTB untuk menyeret kembali tersangka baru karena pihaknya meyakini kalau seorang Dirut BUMD pasti tidak akan bisa mengambil keputusan strategis sendiri tanpa intervensi pihak lain di dalam internal birokrasi lombok barat katanya.(SL/red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.