Header Ads

ads header

Warga Minta Mesin SAMBAL Jadi Solusi Kekeringan

RESES: Suasana serap aspirasi anggota DPRD Lombok Tengah, Lalu Nursa'i
SeputarLombok.com|Lombok Tengah – Kekeringan yang melanda Lombok Tengah khususnya beberapa waktu lalu seakan menyisakan luka mendalam bagi warga. Khususnya warga yang berada di wilayah Selatan Lombok Tengah yang memang menjadi langganan kekeringan dari tahun ke tahun.

Salah satunya adalah warga yang berada di Desa Selong Belanak, Pandan Tinggang, Rujak Praya, Rujak Tengak dan Dusun Jabon yang menjadi sasaran serap aspirasi atau kegiatan reses salah satu anggota DPRD Lombok Tengah Dapil Praya Barat-Prabarda, Lalu Nursa’i.

Menjadi langganan kekeringan khususnya di musim kemarau ternyata telah membuka pikiran masyarakat setempat untuk meminta suatu solusi nyata kepada pemerintah. Masyarakat sekitar meminta kepada pemerintah memberikan solusi jangka panjang agar kekeringan ini bisa teratasi dan tidak selalu menjadi masalah berulang dari tahun ke tahun.

Dijelaskan Nursa’i, bahwa masyarakat mengusulkan agar pemerintah membangun sebuah wadah atau menyediakan alat yang bisa menyelesaikan persoalan itu. Terutama mengenai ketersediaan air bersih untuk konsumsi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Salah satunya, lanjut dia, masyarakat mengusulkan pemerintah menyediakan mesin SAMBAL atau mesin Sanitasi Air Minum Berbasis Air Laut.

“Jadi warga kami, terutama di wilayah pesisir menginginkan pemerintah menyediakan itu. Dan itu mungkin saja bisa jadi solusi,” ungkap Nursa’i.

Sebab, lanjut dia, pada dasarnya di wilayah pesisir pantai, kebutuhan air bersih terutama untuk konsumsi dan kebutuhan rumah tangga sangat besar. Terlebih saat ini, wilayah Selatan menjadi daerah pariwisata yang tentunya harus disupport oleh fasilitas semacam itu.

“Menurut saya, usulan warga itu tidak berlebihan, karena menurut informasinya, satu mesin itu bisa dialiri ke sejumlah wilayah dan bisa kemungkinan besar bisa menjadi solusi jangka panjang,” sambungnya.

Pola pikir dan tuntutan warga ini, lanjut dia, tentunya merupakan bentuk kritik warga terhadap solusi jangka pendek yang diberikan oleh pemerintah selama ini. Misalnya hanya dengan droping air bersih di saat tertentu saja. Sementara di satu sisi, warga membutuhkan solusi jangka panjang untuk menunjang kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Selain meminta mesin SAMBAL, kata dia, warga juga meminta agar pemerintah lebih memperhatikan para nelayan yang selama ini tampak kurang diperhatikan oleh pemerintah, terutama melalui Dinas Perikanan dan Kelautan.

Sumber daya alam Pantai Selatan sebenarnya sangat bagus, tetapi pengelolaan pemerintah dengan menggandeng para nelayan dirasa sangat kurang oleh para nelayan.

“Masyarakat kami yang berprofesi sebagai nelayan meminta perhatian pemerintah, ya melalui program pemerintah mengadakan alat kelengkapan para nelayan,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar mereka digandeng penuh oleh pemerintah untuk mengembangkan wilayahnya, terutama dalam hal pariwisata. Sebab, wilayah Selatan saat ini sudah menjadi destinasi unggulan pariwisata Lombok Tengah yang tentunya tidak akan bisa berkembang penuh sebelum masyarakat sekitar diabaikan oleh pemerintah.

“Mulai dari infrastruktur, penguatan Sumber Daya Manusianya juga menjadi tuntutan warga kami,” tandas Nursa’i. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.