Header Ads

ads header

Sarat Makna, Pemkab Hidupkan Kembali Tradisi Penamat Nine - Mame

SeputarLombok.com|Lombok Tengah - Gelaran peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. di Lombok Tengah tahun ini tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, Pemkab menggelar kegiatan Maulid dengan hanya rowah dan begibung (makan bersama), tahun ini Pemkab seakan memperbaharui sejumlah tradisi Lombok yang sudah banyak ditinggalkan masyarakat.

Tradisi itu adalah tradisi "Penamat Nine - Mame" yang menurut informasi merupakan peninggalan nenek moyang masyarakat Lombok, khususnya Lombok Tengah pada saat merayakan Maulid Nabi Muhammad S.A.W.

Sekitar 65 penamat Mame yang ditandai dengan ketinggian melebihi penamat Nine yang berjumlah sekitar 40 buah dipamerkan dan dan diarak sebelum kegiatan dimulai.

Penamat Mame diarak oleh sejumlah orang dari arah Barat ke Timur, sementara penamat Nine dari arah sebaliknya dan bertemu di tengah-tengah yang kemudian ditaruh di sisi panggung. 

Penamat sendiri merupakan jajanan khas Pulau Lombok khususnya Lombok Tengah yang disusun di dalam tatakan yang terbuat dari bambu yang disebut 'keraro' secara bersusun menjulang ke atas menyerupai gunung. Selain itu juga, dicampur juga dengan berbagai macam aneka buah-buahan yang disusun di pinggir dan di atas jajanan khas itu.

Kepala Bagian Humas Setda Lombok Tengah, HL Herdan menjelaskan, Pemkab Loteng memang sejak beberapa tahun lalu giat menggali potensi budaya dan tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Lombok Tengah.

"Untuk momentum Maulid Nabi, ini memang menjadi tradisi yang kebetulan mulai banyak ditinggalkan, dan pemerintah tidak mau tradisi yang baik seperti itu ditinggalkan, ini salah satu langkah mempertahankan tradisi itu," ungkap Herdan.

Diungkapkan pula, Pemkab Loteng sudah menggelar kegiatan - kegiatan yang meningkatkan dan mengembalikan tradisi saling tolong menolong atau kesetiakawanan sosial sejak beberapa tahun lalu. Misalnya, melalui kegiatan Rahman Rahim Day (R2D) yang digelar setiap tanggal 10 Muharram tiap tahunnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H.Moh.Suhaili FT, SH dalam sambutannya menyampaikan, dihidupkan kembali tradisi-tradisi serupa merupakan bentuk upaya filter atau penjagaan diri dari bergesernya nilai budaya yang mulai terkikis saat ini.

Terlebih dalam geliat dunia pariwisata yang semakin berkembang saat ini, diperlukan benteng untuk mempertahankan jati diri sebagai masyarakat Lombok.

"Ini juga sebagai bentuk kesiapan dan dukungan kita terhadap wisata halal yang sedang dikembangkan pemerintah NTB," ugkap pria yang akrab disapa Abah Uhel itu.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. tahun ini juga dirangkai pemberian santunan kepada 174 anak yatim-piatu dari 12 Kecamatan se Lombok Tengah serta acara namatan atau khatam Qur'an oleh sekitar 75 anak-anak. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.