Header Ads

ads header

Sejumlah Pendiri Ponpes di Loteng “Hidup” Kembali di Momentum HSN

SeputarLombok.com|Lombok Tengah – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke 5 di Lombok Tengah memberikan kesan tersendiri bagi sejumlah kalangan. Terutama bagi sejumlah Pondok Pesantren yang sejak awal memang ikut membangun Kabupaten Lombok Tengah melalui dunia pendidikan.

Bagaimana tidak, momentum HSN kali ini, sejumlah pendiri Pondok Pesantren di Lombok Tengah  seakan ‘hidup’ kembali. Pihak Pemkab Loteng memberikan piagam khusus kepada para pendiri Ponpes yang dianggap berjasa ikut membangun Gumi Tastura ini melalui para penerusnya.

Para Ulama pendiri Ponpes di Loteng yang mendapat piagam penghargaan itu antara lain, TGH. Najamudin Makmun (Alm) yang mendirikan Ponpes Darul Muhajirin Praya, TGH. M. Shaleh atau Dato’ Enem (Alm) untuk Ponpes Nurussabah Batunyala, TGH. Akh. Nursaid Ponpes Nurul Ikhlas NW Mujur, TGH. Makmun (Alm) Ponpes Nurul Yaqin Praya, TGH. L. Ibrahim (Alm) Ponpes Riyadul Anwar Kateng, TGH. Abdurrahman (Alm) Ponpes Al-Ihsan NW Gelondong, TGH.LM. Faisal (Alm) Ponpes Manhalul Ulum Praya, TGH. Manshur Abbas (Alm) Ponpes Almanshuriah Bonder, TGH. L.A. Thayib (Alm), Ponpes Uswatun Hasanah Cempaka Putih, TGH. M Fadhil Thohir (Alm) Ponpes Attohiriyah Bodak, TGH. LM. Shaleh atau Datok Lopan (Alm) Ponpes A-Shalihiyah Lopan dan TGH. L. Hukum (Alm) Ponpes Daruk Hukumain Bonjeruk.

“Beliau-beliau inilah yang merupakan segelintir orang yang merawat khazanah kearifan lokal dan  mengembangkan relasi antara agama dan tradisi,” ungkap Wakil Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri yang hadir dan menjadi Inspektur Upacara dalam HSN di Loteng ini.

Dikatakan pula, piagam yang diberikan hanya merupakan salah satu bentuk penghargaan kecil kepada jasa para Ulama Loteng ini. Sebab, pada dasarnya, tidak ada satupun materi di dunia yang mampu membalas jasa besar para Ulama sejak sebelum merdeka hingga kemerdekaan itu dinikmati oleh semua pihak.

“Para Ulama kita ini memiliki bargaining position dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian, tidak hanya di Lombok Tengah, tetapi di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia,” sambungnya.

Lebih jauh dikatakan, HSN kali ini memiliki tema “SANTRI INDONESIA UNTUK PERDAMAIAN DUNIA” dan itu sejalan dengan visi dan misi Lombok Tengah yang BERSATU atau Beriman, Sejahtera dan Bermutu.

Sebab, lanjut Pathul, tanpa keberadaan Ponpes, bisa dikatakan mustahil bagi daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam ini akan maju.

“Kita memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Pondok Pesantren ini. Sebisa mungkin kita memberikan bantuan dan support baik materil maupun non materi,” tukasnya.

Pemkab juga selalu menjalin kerjasama dengan semua pihak, termasuk juga pihak perbankan agar ikut serta mengembangkan Ponpes.

“Dan ucapan terima kasih kepada pihak Bank Syariah Mandiri (BSM) yang telah memberikan bantuan operasional kepada salah satu Ponpes di Loteng, semoga bisa berkontribusi ikut membangun Lombok Tengah,” tandasnya.

Selain itu, Pemkab dan Kemenag Loteng juga menggelar kegaitan santunan kepada 200 anak yatim-piatu sebagai bentuk rasa syukur terhadap kemajuan Lombok Tengah. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.