Header Ads

ads header

Kemarau Panjang, Masyarakat Mengeluh ke Wakil Rakyat

SeputarLombok.com|Lombok Tengah – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Lombok Tengah menjadi masalah saat ini. Bagaimana tidak, fenomena kemarau panjang kali ini sudah termasuk dalam kategori anomali.

Menurut catatan media ini, tercatat di Lombok Tengah sendiri terdapat 88 Desa sudah mengalami kekeringan. Sejumlah besarnya berada di Wilayah Selatan Lombok Tengah dan sebagian wilayah Utara. Parahnya, musim kemarau kali ini juga mengancam gagal panen sejumlah wilayah yang menanam padi maupun palawija.

Hal ini pula yang menyebabkan masyarakat mengeluhkan masalah kekeringan ini kepada wakil mereka yang saat ini duduk di kursi DPRD Lombok Tengah dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan momentum reses atau serap aspirasi yang saat ini sedang dilaksanakan oleh para wakil rakyat.

Salah satnya adalah Pimpinan DPRD Loteng, HL Sarjana, SH yang melaksanakan penjaringan aspirasi masyarakat di sejumlah titik di Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Praya Barat – Praya Barat Daya. 

Masyarakat sekitar menyatakan persoalan pelik saat ini yang dihadapi adalah masalah kekurangan air dan musim kemarau panjang. Sebab, karena masalah ini, semua aktivitas perekonomian dan pencarian nafkah masyarakat yang sebagian besar petani menjadi kacau.

“Masyarakat kita mengeluhkan masalah ini, bahkan mendesak agar pemerintah segera mencari solusi terbaik untuk menghadapi kemarau panjang yang entah sampai kapan ini,” ungkap Pria asal Desa Mangkung ini.

Dikatakan Sarjana, masyarakat tidak hanya mencari solusi untuk menghadapi kekeringan kali ini saja, tetapi mendesak agar pemerintah menyiapkan formulasi yang tepat untuk menghadapi masalah yang hamper setiap tahun terjadi ini.

“Ada permintaan jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka saat ini, tetapi yang lebih memnyita perhatian saya adalah masyarakat yang juga yang meminta agar pemerintah menyiapkan formula agar masalah ini tidak terus terjadi setiap tahunnya,” ungkap Politisi PKB ini.

Untuk jangka pendek, lanjutnya, masyarakat meminta agar pemerintah segera melakukan droping air bersih ke sejumlah desa yang saat ini sudah mulai kehabisan stok air bersih karena mulai mengeringnya mata air.

Sementara untuk jangka panjang, masyarakat meminta agar pemerintah segera membenahi sistim irigasi dan sistim penampungan air untuk menghadapi musim kering. Termasuk pembuatan sumur bor di sejumlah titik.

“Sumur bor juga menjadi salah satu solusi, mungkin bisa lebih dari itu seperti pembuatan embung rakyat atau pembuatan bendungan atau semacamnya,” kata dia.

Setidaknya, lanjut dia, beberapa desa tempatnya melaksanakan Reses mengeluhkan hal serupa. Antara lain Dusun Jangkih Jawa, Orok Gendang, Tojang, Ranggagata dan lainnya.

“Ini akan kami sampaikan kepada pemerintah, dan memang harus dicarikan solusi agar masalah yang sama tidak terulang dari tahun ke tahun,” katanya. “Memang harus dijadikan atensi oleh pemerintah kita,” lanjutnya.

Hal senada diungkap anggota dewan Dapil Praya Timur – Pujut (PraJut), HL Sunting Mentas. Dia juga mengungkapkan masyarakat Prajut terutama yang berada di wilayah perbukitan seperti Desa Tumpak, Krama Jati dan Prabu terancam tidak mendapat air bersih.

“Ini sangat mengkhawatirkan, kalau air bersih sudah tidak ada, bersiap-siap hadapi masalah lain,ya kesehatan, ya ekonomi dan lain-lain,” ungkapnya.

Sunting menyatakan, yang menjadi bahan pemikiran saat ini adalah, desa-desa di Kecamtan PraJut termasuk dalam desa-desa penyangga pariwisata Lombok Tengah. Artinya bahwa, lanjut dia, jika air bersih di desa-desa di sejumlah wilayah ini tidak disokong pemerintah, akan terjadi kekacauan pariwisata.

“Desa-desa ini kan termasuk penyokong pariwisata, kalau tidak diberikan perhatian misalnya seperti droping air bersih, bisa kacau pariwisata kita nantinya,” sambungnya.

Dia berjanji akan membawa aspirasi masyarakat ini ke pemerintah dan akan memperjuangkan solusi yang terbaik bagi masyarakat. “Misalnya kita akan kembali desak pemerintah merealisasikan DAM Mujur itu,” tandas politisi PPP ini. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.