Header Ads

ads header

Jelang Pelantikan Pres-Wapres, Loteng Gedor Pintu Langit

SeputarLombok.com|Lombok Tengah - Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi dan Ma'ruf Amin yang akan segera digelar mendapat perhatian khusus dari Pemda Lombok Tengah.

Terlebih dalam situasi politik dan isu akan terjadinya upaya pengggagalan yang berkembang selama ini, Lombok Tengah mengambil peran penting dalam kesuksesan pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Salah satu upaya suksesi yang dilakukan Pemkab Loteng adalah dengan menggedor pintu langit melalui lantunan doa.

Kegiatan doa bersama untuk kesusksesan pelantikan itu dilaksanakan di Lapangan Muhajirin depan Alun-alun Tastura dan dipimpin oleh TGH.Fahrurrozi.

Sebelum acara dilaksanakan,  Bupati Loteng, HM Suhaili FT mengemukakan bahwa gelaran doa ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari arahan pusat untuk menggelar doa bersama di seluruh Indonesia demi kelancaran acara dimaksud melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 111/11265/SE.

"Semoga dengan doa dan zikir yang kita panjatkan, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang sudah dipilih oleh Bangsa Indonesia ini lancar dan tidak ada gangguan," ungkapnya.

Doa sendiri tidak hanya dipanjatkan oleh Umat Muslim dari kalangan birokrat yang hadir. Suhaili selaku Bupati juga menyiapkan space bagi umat agama lain yang berdoa dengan kepercayaan masing-masing dan dipimpin oleh salah satu dari peserta.

"Silakan salah satunya pimpin doa, nanti kita bersama-sama berdoa semoga semuanya dilancarkan," katanya.

"Kita juga doakan agar segala jenis usaha untuk membangun dan memajukan daerah kita disukseskan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Esa," sambungnya.

Sementara itu, TGH. Fakhrurrozi dalam tausiah singkatnya menyampaikan bahwa salah satu ibadah yang paling tinggi nilainya adalah ketinggian budi pekerti.

"Itu salah satu ibadah Nabi yang dipuji oleh Allah dalam Al-Qur'an, dan itu puncak ibadah tertinggi," jelasnya.

Dalam konteks jelang pelantikan Presiden-Wapres, lanjut TGH.Fakhrurrozi, bahwa acara itu akan lancar dan tertib serta tidak ada masalah apabila masyarakat sudah memiliki akhlak yang baik.

"Kalau akhlak sudah baik, demo tidak perlu dilakukan mau siapapun dilantik, yang penting akhlak semua pihak dari tingkat atas sampai tingkat bawah diperbaiki," ucapnya. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.