Header Ads

ads header

Ribuan Kendaraan Kena Tilang di Operasi Patuh Gatarin Kali Ini



Seputar Lombok.com| Giri Menang - Operasi patuh gatarin yang dilaksanakan Polres Lombok Barat tahun ini menjaring ribuan kendaraan.

Operasi sendiri dilaksanakan sejak 29 Agustus hingga 11 September lalu.

Tercatat, sebanyak 1.858 pengendara yang melanggar lalu lintas berhasil ditilang jajaran Sat Lantas Polres Lobar. 

Dalam konferensi pers yang dipimpin Waka Polres Lobar, Kompol Lalu Jalaluddin didampingi Kabag Ops Polres Lobar Kompol I Nyoman Adi K dan Kasat Lantas Polres Lobar Iptu I Made Sugiartha Jumat (13/9), di Mapolres Lobar disampaikan, angka tersebut memang mengalami penurunan dibanding operasi yang sama tahun sebelumnya. 

Tercatat, sebanyak 148 pengendara tanpa Surat Ijin Mengemudi, dan 1.510 kendaraan tanpa STNK. 

"Dibandingkan tahun lalu tingkat angka pelanggaran mengakan penurun," ujar Wakapolres.

Dia menegaskan, jajarannya akan terus menggalakkan operasi serupa sebagai upaya untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Lobar.  

Selain menggelar operasi sebagai upaya menekan angka laka lantas dan pelanggaran lainnya, pihaknya juga berupaya mengedukasi masyarakat dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat.

"Razia akan terus kita laksanakan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, kita juga melakukan sosialisasi," imbuhnya.

Terkait hasil operasi Patuh Gatarin tersebut, Jalaluddin mengakui bahwa pelanggaran masih didominasi oleh pengendara usia produktif. Bahkan ada pengendara yang masih SMP dan SMA.

"Kalau seperti itu kendaraannya yang kita sita. Mereka belum boleh mengendarai kendaraan," jelasnya.

Untuk itu, dia meminta agar para orang tua di rumah turut bekerjasama dengan pihak Kepolisian. Sebab menurutnya, hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian saja melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

"bukan hanya Polisi, ini tanggung jawab kita semua," tegasnya.

Dari hasil pendataan, selain didominasi oleh anak-anak, dari sisi profesi, pelanggaran terbanyak dilakukan dari kalangan profesi swasta sebanyak 1.119, PNS sebanyak 60 orang, pelajar dan mahasiswa 314, pegawai sopir 165, dan profesi lainnya sekitar 200 orang.

Terkait keberadaan kendaraan yang bodong, Jalaluddin menegaskan bahwa dalam operasi tersebut belum ada ditemukan kendaraan bodong. Hanya saja, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang disita dalam operasi itu. 

"Nanti kita cek nomor kendaraan (Noka-Red) dan Nomor Mesin (Nosin-Red) apakah masuk motor bodong atau tidak," jelasnya.

Di tempat sama, Kabag Ops Pokres Lobar Kompol I Nyoman Adi K. Juga menyampaikan bahwa pihaknya juga atensi terhadap adanya aksi balap liar yang ada dibeberapa titik di Lobar. Entah itu di jalur BIL II, maupun di lingkungan kantor Bupati Lobar. 

"Kita atensi juga soal balap liar di wilayah kantor bupati dan juga jalur Bil. Kita terus lakukan patroli dititik-titik yang sering dijadikan lokasi balap liar," tegasnya.

Beberapa titik yang kerap dijadikan lokasi balap liar, menjadi perhatian dari pihak Polres Lobar terutama Satlantas, tetapi ketika melihat petugas kepolisian datang masyarakat yang hendak balap liar langsung pergi, nanti setelah pergi mereka kembali lagi.

"Kita diajak main kucing-kucingan, meskipun begitu tetap kita akan tindak kegiatan balap liar," tegasnya. (RED)

No comments

Powered by Blogger.