Header Ads

ads header

Kapal Pemuat Sembako Mogok Mesin di Selat Lombok, Ini Yang Terjadi Kemudian


SeputarLombok.com|NTB – Sebuah kapal bernama KLM Mutiara Inti Permata mengalami masalah mesin di tengah laut lepas.

Kapal yang memuat sembako ratusan ton beserta alat rumah tangga ini dikabarkan mengalami trouble engine di wilayah Selat Lombok sejak Senin (17/9) lalu.

Menurut informasi yang diterima media ini, kapal tersebut berangkat dengan tujuan Surabaya menuju Bima sejak Sabtu (14/9) lalu sekitar pukul 11.00 Wita. Namun pada Senin (17/9), kapal yang dinahkodai oleh Nahkoda bernama Asalam itu mengalami trouble engine sekitar pukul 14.20 Wita.

“Kapal memberikan tanda emergency ke Basarnas Mataram yang kemudian diteruskan ke kami,” ungkap Kasat Polairud Polres Lobar, IPDA I Gusti Made Suarjaya kepada media ini.

Dijelaskan, setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya bersama tim SAR langsung melakukan upaya evakuasi dan penyelamatan kapal.

Dijelaskan, pihaknya langsung menuju titik koordinat  08°32,168S/115°50,019 E dari Lembar yang berjarak sekitar 18,6 Mil laut heading 310 drajat dengan posisi terakhir Selat Lombok.

“Dari informasi titik kordinat kami menggunakan kapal polisi XXI - 2002 dan kapal polisi XXI - 1008 bertolak ke TKP bersama 8 personil,” sambungnya.

Pencairan dilakukan selama sekitar 2 jam. Sementara kapal dimaksud ditemukan dalam kondisi terapung ke wilayah Selatan yang kemudian berhasil dievakuasi oleh kapal Basarnas tipe B 2 pukul 16. 12 Wita pada 17 September 2019.

“Kapal beserta awaknya selamat, dan setelah evakuasi tim langsung bertolak menuju pelabuhan Lembar untuk mengawal KLM Mutiara Inti Permata ini,” tukasnya. “Sampai saat ini masih dilakukan pengawalan,” tandasnya. 

Sebagai informasi, KLKM Mutiara Inti Permata yang mengalami masalah mesin ini dinahkodai oleh Asalam dengan usia 35 tahun asal Bima, Anis asal Flores sebagai BAS, sedangkan juru mudi bernama Frans asal Maumere. Sementara para ABK antara lalin Peter asal Ambon, Safrin asal Bima, Taufik asal Bima dan Aris asal Sumba. (RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.