Header Ads

ads header

Desa Ngebet Mekar, Dewan Bakal Bahas Usai Pembentukan AKD

Ahmad Rifa'i, S.Pd.I
SeputarLombok.com|Lombok Tengah – Banyaknya desa di Lombok Tengah yang mengusulkan adanya  pemekaran desa ‘memaksa’ adanya Peraturan Daerah (Perda) yang membahas masalah itu.

Pihak eksekutif sendiri rencananya akan mengusulkan Ranperda pemekaran desa itu untuk dibahas di tingkat legislative.

Hanya saja, legislative belum bisa melaksanakan pembahasan karena belum terbentuknya alat kelengkapan dewan (AKD).

Salah satu anggota dewan yang beberapa waktu lalu dilantik, Ahmad Rifa’I S.Pd.I kepada awak media mengatakan, menurut informasi dari Sekretariat Dewan, Ranperda mengenai pemekaran desa akan segera diusulkan oleh pihak eksekutif.

“Tapi tidak bisa langsung kita bahas, AKD belum terbentuk,” ungkapnya.

Padahal, lanjut dia, pemekaran desa ini sudah ditunggu oleh masyarakat sejak lama, apalagi usulannya sudah sejak tahun 2017 lalu.

Setidaknya, lanjut dia menginformasikan, ada 22 desa se Lombok Tengah yang mengajukan pemekaran. Termasuk di antaranya adalah sejumlah desa yang berada di daerah pemilihannya, Kecamatan Kopang-Janapria.

“Ada 22 desa menurut informasinya, tapi kami harus menunggu untuk membahas sampai AKD terbentuk dulu,” sambungnya.

Dijelaskan, menurut jadual yang ada, pada minggu ini dewan akan menyelesaikan pembentukan fraksi yang selanjutnya akan diparipurnakan.

“Baru minggu berikutnya dibentuk tim perumus Tata Tertib (Tatib) dewan dan selanjutnya dibentuk AKD,” tambahnya menjelaskan.

Ditanya mengenai perkiraan waktu, Rifa’i sapaan akrabnya tidak berani memastikan. Hanya saja, diprediksi pemebntukan AKD dan lainnya akan selesai pada bulan ini.

“Jadual dewan juga padat, karena harus bahas nota keuangan APBD 2020 juga, kita upayakan agar pembahasan Raneprda pemekaran ini bisa secepatnya karena masyarakat memang sangat mengharapkan segera terbentuk,” tukasnya. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.