Header Ads

ads header

KH Taufikul Hakim Penemu Metode Amtsilati Melakukan Peletakan Batu Pertama Yayasan Ponpes Zainul Hafidz AT-TAUFIQ


Lombok Barat - KH. Taufikul Hakim sang penemu Metode Amtsilati pun sangat mengapresiasi langkah H. Sahwan yang akan menerapkan metode ini di Ponpes tersebut.  Metode Amtsilati sendiri kitab atau buku berisi metode membaca kitab kuning secara cepat. Secara bahasa, kata “amtsilati” bermakna “contohku”, maksudnya metode yang digagasnya dituangkan dalam bentuk buku dengan banyak contoh agar mudah dipahami.

Amtsilati yang digagas oleh KH. Taufikul Hakim ini ditulis dalam lima jilid,  satu jilid tentang Khulashah (ringkasan dan intisari kitab Alfiyah Ibnu Malik, yang kitab aslinya terdiri dari 1000 bait nazham).  Satu jilid tentang Mutammimah (berarti pelengkap dari Khulashah sebelum masuk ke kaidah-kaidah, seperti pembicaraan tentang nashab, rafa’, dan lain-lain yang merupakan penerapan dari rumus-rumus yang ada di Khulashah). Dan satu jilid lagi Qa`idati (berisi kaidah-kaidah tata bahasa Arab), dan satu jilid Sharfiyyah (berisi tentang pola-pola kata, tambahan-tambahan dalam kata, bentuk masa lalu, masa sekarang, perintah, dan lain-lain).

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah dan Bupati Lobar H Fauzan Khalid menghadiri peletakan batu pertama Pembangunan Lembaga Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren “Zainul Hafidz” At-Taufiq, Dusun Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Selain dua pimpinan daerah ini, hadir pula ratusan tuan guru.  Diantara ratusan tuan guru ini,  turut hadir  penemu metode Amtsilati, KH. Taufikul Hakim yang datang dari  Bangsri Jepara Jawa Tengah. 

Keberadaan Ponpes yang diinisiasi oleh seorang Guru bernama H Sahwan, S. Pd ini diharapkan mampu mendekatkan pelayanan pendidikan kepada Masyakarat Lobar umumnya dan khususnya Buwun Mas Sekotong yang termasuk daerah terpencil. H Sahwan mengatakan, setelah sekian lama masyarakat Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat merindukan lembaga pondok pesantren yang khusus mempelajari kitab kuning akhirnya segera terwujud. Selaku Pimpinan Yayasan ia berharap arahan dan bimbingan semua pihak untuk bagaimana membuat lembaganya bisa maju dan semakin berbenah ke depannya. 

Dalam penyampaiannya, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menekankan pentingnya pendidikan.“Kedepan Sekotong ini harus dan wajib hukumnya bagi kita semua, untuk dikembangkan sumberdayanya, termasuk pendirian pondok pesantren ini,”kata Fauzan dihadapan para tamu undangan yang hadir diantaranya para kepala OPD, Dewan, Ratusan tuan guru dan tokoh masyakarat HL Daryadi. Hadir pula TGH. Turmudzi Bagu dan Ketua PCNU Lombok Barat Dr. Nazar Naamy berserta rombongan serta ribuan masyarakat Sekotong yang sedari awal bersuka cita atas pembangunan Ponpes ini. 

Kedepan kata Bupati, lembaga Ponpes ini akan menjadi sentral di kecamatan Sekotong karena perubahan dan dinamika yang terus bergerak. Dalam kesempatan itu, Bupati mengapresiasi Guru Sahwan yang membangun Ponpes tersebut. Menurut dia, guru Sahwan ini telah lama mengabdi, berbaur dan menghibahkan dirinya di tengah-tengah masyarakat Desa Buwun dalam bidang pendidikan Islam. H. Sahwan sendiri bukan ustadz atau kiyai, namun apa yang dilakukannya ikut ambil bagian mencerdaskan generasi bangsa. 

Sementara itu, Gubernur NTB  mengapresiasi berdirinya Ponpes Zainul Hafidz yang meski berdiri di tempat yang sepi, yakni di Dusun Sepi Desa Buwun Mas.  Tetapi kata dia pembangunan Ponpes ini diyakini memiliki nilai sejarah.“Tentu saya senang sekali hadir di tempat ini.  Tempat ini bersejarah,karena namanya Dusun Sepi.Pondok Pesantren di Dusun Sepi ini penting di zaman kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,”ungkap gubernur yang dalam sambutannya. Gubernur dalam kesempatan itu banyak menyampaikan motivasi dan juga humor hingga membuat para tamu tertawa.

Gubernur mengatakan, ia menjadi saksi akan adanya tempat bersejarah di dusun Sepi ini.  Kedepan Ponpes ini akan menjadi batometer dalam percaturan peradaban umat manusia.  Ia mengapresiasi guru Sahwan yang menginisiasi berdirinya pondok pesantren ini.  Menurut dia hal ini akan menjadi sejarah tersendiri. (Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.