Header Ads

ads header

Dampak Lingkungan Akibat Tambang Illegal, Dewan Baru Desak Pemprov dan Kabupaten


seputarlombok.com | Lombok Barat - Pemerintah provinsi dan Kabupaten didesak serius menangani dampak lingkungan yang diakibatkan akrivitas tambang illegal di wilayah Sekotong. Pasalnya, dampak lingkungan dihawatirkan menganggu pariwisata di kawasan Selatan Lobar tersebut.  Lebih-lebih saat ini Pemda sendiri tengah getol membangun dan menata kawasan Sekotong untuk disiapkan sebagai penyangga pengembangan KEK Mandalika Lombok Tengah.

Abu Bakar Abdullah, Anggota Dewan Lobar yang baru dilantik mengatakan,  dampak lingkungan akibat penambangan illegal di Sekotong menjadi salah satu tantangan kedepan.

“Karena itu kita semua, termasuk pemerintah harus serius menangani persoalan dampak lingkungan yang nanti dikhawatirkan menghambat,” tegas dia.

Menurut Abu, hal ini menjadi masalah bersama yang harus dicarikan solusinya. Artinya para pemangku kepentingan entah itu pemda, pelaku wisata dan penambang harus menyadari bahwa tantangan kedepan adalah isu lingkungan ini. Sehingga kata dia disini pemerintah penting mengatur tata ruang, pola ruang di Sekotong.

Dikatakan politisi PKS ini, penataan kawasan Sekotong ini tidak bisa sembarangan. Akan tetapi harus betul-betul detail supaya jangan sampai terjadi tumpang tindih antara pertambangan dengan parwisata ini, sehingga menjadi campur aduk. Kawasan tambang ini jelas dia harus jauh dari pariwisata agar sektor wisata ini benar-benar aman. Kalau ingin kawasan wisata ini berjalan, maka harus menggunakan konsep pembangunan yang berkelanjutan (sustainable).
Sebab sambungnya, bicara pengembangan Lobar kedepan tidak bisa lepas dari sekotong, karena kawasan ini paling luas dan memiliki potensi besar.

”Sekotong ini adalah separuh dari wilayah lobar, memiliki 553 meter persegi, garis pantai paling panjang di sekotong dan potensi kekayaan alam yang paling menjanjikan untuk masa depan ya disana,” ungkapnya.

Menyoal isu lingkungan ini katanya,  bukan berarti dia (red Abu) bicara lantas dirinya bergelut di sektor wisata. Akan tapi ia bicara soal masa depan daerah ini kedepan. Kita tidak bicara untuk hari ini saja, namun puluhan tahun kedepannya. Apalagi kata dia, pemda ini juga tengah konsen menata kawasan Sekotong, seperti Gili Gede. Gili ini sendiri berada di antara Bali dan Lombok, kalau orang mau ke Lombok banyak yang mengunjungi kawasan Gili ini.

Persoalan lain yang perlu dipersiapkan yakni, SDM yang ada di wilayah Sekotong. SDM ini sebenarnya mampu mengelola daerah ini menjadi lebih baik kedepan. Sehingga kedepan pihaknya akan mendorong persiapan SDM di wilayah setempat.

”Ini jadi PR kita juga kedepannya,”imbuh politisi yang bergelut sebagai pengusaha ini.(Rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.