Header Ads

ads header

Polres Lobar Bakal "Sikat" Penyakit Masyarakat Yang Mulai Resahkan Warga, Tapi Ini Yang Dilakukan Sebelumnya


SeputarLombok.com|Lombok Barat - Penyakit masyarakat seperti aksi premanisme, kenakalan remaja dan cafe liar tanpa izin sudah mulai meresahkan masyarakat.

Menyikapi hal ini, jajaran Polres Lombok Barat, khususnya Satuan Bina Masyarakat (Binmas) bakal melakukan upaya penertiban terhadap berbagai penyakit masyarakat itu.

Sebelum aksi "penyikatan" penyakit masyarakat itu dilakukan, jajaran Polres Lobar melaksanakan Latihan Pra Operasi Bina Kusuma Gatarin sebagai persiapan agar operasi yang akan dilaksanakan bisa berjalan dengan baik dan berhasil.

Kegiatan ini sendiri dipimpin langsung Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi S.i.k dan dihadiri oleh Kabag Ops Kompol Nyoman Adi SH, Kasat Intelkam AKP Iwan Sugianto SH, Kasat Binmas Iptu Raden Bagus Ismail, para Babinkamtibmas.

Jumlah peserta yang tergabung dalam sprin ops Bina Kusuma 2019 ini sendiri mencapai 66 personil.

Dalam sambutannya, Kapolres Lobar menyampaikn bahwa peran fungsi atau leading sektor dalam kegiatan tersebut yakni Sat Binmas dan fungsi pendukung.

"Ini difokuskan terhadap tempat hiburan atau kafe liar atau kafe remang-remang yang tidak mengantongi ijin Resmi baik dari dinas Kab Lobar maupun dari kepolisian," tegasnya.

Dikatakan, penertiban ini harus dilaksanakan dengan serius dengan mengedepankan FungSi Bimas.

"Harapan kita tentunya kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan  tepat sasaran," lanjutnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Lobar menyampaikan, bahwa kegiatan latpraops merupakan operasi kewilayahan dan merupakan kegiatan dari sat Binmas sebagai leading sektor.

Polda sendiri akan melakukan wasops dari setiap operasi.

Dijelaskan pula, kegiatan operasi dilaksanakan selama 14 hari dari tanggal 25 juli hingga 07 Agustus 2019. 

"Kita mengandeng Pihak luar seperti dari KPAI, Dinas Dukcapil dan LSM dalam pengecekan identitas dari pada sasaran," jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, operasi bina kusuma ini merupakanmoment yang tepat untuk dilakukan pembinaan terhadap perangkat desa setempat, untuk di wilayah Senggigi banyak juga terdapat cafe yang tidak berijin yang menjual minuman keras tradisonal dan banyak menimbulkan keributan setelah berkunjung ke cafe tersebut.

"Dari Sabhara akan tetap melakukan patroli dengan menyiapkan armada untuk dilakukan patroli secara bersama-sama sehingga masyarakat dapat merasakan dampak positif dari pelaksanaan operasi ini," tukasnya.

Sementara itu, Kasat Binmas menyampaikan bahwa dasar kegiatan operasi bina kusuma yakni sasaran kenakalan remaja, penyebaran penyakait aids, HIV.

Sat Binmas sendiri sebelumnya sudah melakukan operasi dengan mengandeng dan bekerjasama dengan dinas kesehatan, Pol PP, Dukcapil, Dishub dan perangkat lainnya.

"Untuk Binmas sudah menetapkan sasaran yakni untuk cafe dan spa," tandasnya. (RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.