Sabtu, 27 Juli 2019

Dispar NTB Akan Siapkan 99 Desa Wisata Program 5 Tahun.



Seputarlombok.com | Mataram - NTB, dengan kekayaan alamnya yang berlimpah, cukup mendukung, pembangunan sektor pariwisatanya, dengan panorama alamnya, yang indah dan eksotik, yang diwarnai, dengan berbagai adat budaya, Sasak, Samawa, dan Mbojo, merupakan magnit bagi wisatawan lokal, maupun manca negara, untuk berkunjung ke NTB.

Meskipun sektor andalan NTB ini, sempat kehilangan wisatawan beberapa saat pasca gempa Agustus silam, namun berbagai upaya, dilakukan Pemerintah Daerah NTB, dalam upaya, membangkitkan kembali, Sektor andalannya, yang cukup berperan penting, dalam mendongkrak, PAD.

Terkait dengan upaya tersebut, Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata NTB, Lalu Kusuma Wijaya, ST MT, kepada media, pada hari senin, 22 juni, 2019, menjelaskan bahwa. Tugas dan Fungsi Dinas Pariwisata, sesungguhnya, hanyalah, memberikan sentuhan sentuhan promosi.
 Promosi promosi tersebut, dalam bentuk, menyebarkan informasi destinasi wisata, kepada dunia, melaui berbagai ivent, aksi dan atraksi budaya, sebagai suguhan berpaket. 

Namun disisi lain, sarana dan prasaran pendukungnya, juga perlu dibangun, berupa infrastruktur, dan sarana fasilitas penunjangnya, berupa, transportasi, hotel, serta kulliner, yang dikemas, dalam satu kesatuan paket suguhan, yang ditawarkan.
Menurutnya promosi dan informasi sektor pariwisata sangat penting agar dunia tahu kesiapan penyambutan hingga pelayanan, apalagi untuk meyakinkan para wisatawan tentang kondisi yang sudah stabil pasca dilanda gempa. Dan hal tersebut dilakukan secara massive dan gencar baik didalam negeri maupun diluar negeri.

“Untuk meyakinkan wisatawan bahwa NTB aman pasca bencana, kegiatan kegiatan promosi gencar dilakukan. Masih banyak hal yang harus dibenahi dalam sektor pariwisata, karena kita baru saja terdampak, dan ini adalah pukulan berat sektor pariwisata. Apalagi destinasi Gunung Rinjani baru saja mulai dibuka setengah dari kekuatan magnitnya yang maksimal. Rinjani memiliki daya tarik yang luar biasa dengan tantangan dan atraksi alamnya yang eksotic. Tiga gili andalan kita sudah sangat cepat pelaksanaan proses recoverynya sehingga mulai menarik wisatawan kembali hampir normal, dan destinasi lainnya juga terus kita dorong dengan peningkatan sarana sarana pendukungnya,” jelasnya.

Meskipun masih ada getaran gempa, namun fungsi dinas pariwisata dalam mengelola isyu menjadi positif harus lebih efektif, disamping mengelola sektor pariwisata yang ada. Bukan hanya isyu gempa sebagai penghambat recovery, namun ada lagi lainnya, seperti terjadinya lonjakan harga ticket pesawat, bagasi berbayar, juga bagian dari hambatan, imbuhnya.

Dijelaskannya juga bahwa pengembangan destinasi wisata telah merambah desa dengan diluncurkannya program pemerintah berupa Desa Wisata. Pembanguna Desa Wisata untuk menambah atraksi wisata dan menambah Long of Stey agar lebih dari tiga hari, agar dapat mengunjungi banyak destinasi. Untuk program 5 tahun kedepan telah di SK kan oleh Gubernur NTB sebanyak 99 desa yang akan didukung untuk pengelolaan dan pengembangannya, pungkasnya.(SL/Tf)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.