Header Ads

ads header

Antisipasi Gagal Panen, Distanbunak KSB Akan Salurkan 12 Titik Sumur Bor


Seputarlombok.com | Sumbawa Barat - Wilayah Kabupaten Sumbawa Barat telah memasuki musim kemarau dan Bencana kekeringan, yang sangat berdampak kepada para petani yang melalukan penanaman kedua , karena padi maupun jagung yang usianya memasuki 50 – 60 hari akan berdampak gagal panen , hal ini disebabkan oleh kurangnya debit air hingga mengalami kekeringan, yang berakibat kepada sumur – sumur dangkal mengalami krisis a8r bersih juga  berdampak kekeringan juga mengancam lahan pertanian.

Untuk mengntisipasi hal tersebut , Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan ( Distanbunak ) Kabupaten Sumbawa Barat melalui Bidang Tanaman Pangan dalam waktu dekat ini akan melakukan pengeboran Air bawah tanah 10 titik bor sumur dangkal dan 2 titik bor sumur dalam yang mana nantinya akan ditempatkan pada lokasi lahan – lahan pertanian strategis yang mengalami kekeringan , gunanya untuk membantu para petani musim tanam 2 yanh mengalami kekeringan tanaman, hal ini dikatakan oleh Kadistanbunak KSB Suhadi SP.MSi Melalui Kabid Tanaman Pangan Syaeful Ulum , SP kepada media selasa ( 02 / 07 ).

Bantuan sumur bor kata Syaeful Ulum adalah menggunakan anggaran APBD-P yang sifatnya emergency sehingga nantinya para petani yang tanamannya mengalami kekeringan dapat merasakan hasilnya dan tidak mengalami kerugian , namun hal tersebut pada dasarnya hanya untuk membantu sementara agar tidak gagal panen.

Namun yang terpenting adalah , bagaimana agar petani bisa ikut program Pemerintah melalui Asuransi Usaha Tani Padi ( AUTP ) gunanya agar para petani terlindungi dari resiko gagal panen akibat kekeringan, bencana alam maupun serangan hama dengan nilai premi hanya Rp 36.000/ Ha untuk sekali tanam dan disubsidi oleh pemerintah Rp 144.000 atau sekitar 80 persen dari nilai iuran premi Rp 180.000 dengan nilai klaim gagal panen Rp 6.000.000 / Ha.

Dari pantauan media ada Sekitar 100 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa di desa Kiantar tepatnya di Dusun Sagena, Kecamatan Poto Tano mulai terdampak bencana kekeringan. Bahkan bencana kekeringan di desa dengan jumlah total penduduk sekitar 350 KK tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu dan juga sudah mulai didistribusikan air bersih Polres setempat.

Kepala Desa Kiantar Sudirman Kepada wartawan, Jumat (28/6) mengatakan, kekeringan yang terjadi di desa Kiantar sudah sering terjadi setiap tahunnya, bahkan sumur bor bantuan yang terbangun di lokasi tersebut juga belum bisa memberikan manfaat secara maksimal bagi masyarakat setempat.

Akibatnya kita masyarakat sangat bergantung pada bantuan air bersih dari petugas baik dari BPBD maupun dari aparat kepolisian. Bahkan dalam sehari selalu ada satu sampai tiga tangki yang masuk ke desa tersebut untuk mendistribusikan air bersih. (rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.