Header Ads

ads header

Sulhan: Sampah Lebih Urgent Ketimbang PJU!



Seputarlombok.com | Lombok Barat - Pimpinan DPRD Lombok Barat (Lobar) kembali melayangkan kritik atas rencana penanganan lampu penerang jalan umum (PJU). Ini menyusul rencana Kerjamasa Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk PJU Lobar.

Sebab menurut Wakil Ketua DPRD Lobar H Sulhan Muhlis Ibrahim, harusnya penanganan sampah yang lebih didahulukan dibanding PJU.

“Lebih urgent sampah ketimbang PJU. Penanganan sampah harusnya didahulukan,” ujar Politisi PKB itu mengkritisi, kemarin.

Ia menilai, dampak sosial dengan adanya PJU tidak terlalu begitu signifikan. Sedangkan permasalahan sampah cukup luas dampak sosial yang dirasakan. Bahkan hingga menyentuh ekonomi dan tentunya lingkungan.

“Kenapa kita tidak menghabiskan banyak anggaran untuk menyelesaikan permasalahan sampah,” ujarnya menyarankan.

Bukan tanpa alasan mengapa Sulhan menyuarakan hal itu. Ia mengungkapkan hari ini sedang mewabah Demam Berdarah (DBD) di daerah Sembung Narmada. Hal itu salah satu faktornya, kata Sulhan karena kebersihan lingkungan.

Tidak sampai di situ, saja ia mengatakan jangan sampai karena ada pengusaha di belakang PJU itu, malah terus yang didorong lebih dahulu.

Sulhan mengajak masyarakat Lobar untuk melihat mengunakan hati nurani. melihat mana yang lebih urgent antara PJU atau pengelolaan sampah.

“Akhirnya ajakan terakhir saya, mari kita berpikir dan berbuat sebagai orang Lombok Barat!” tegasnya.

Sementara sebelumnya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Diseprkim) Lobar, HL Winengan mengaku jika kerjasama KPBU itu tidak hanya untuk PJU saja, namun juga bisa untuk sampah. Meski demikian tidak dipungkiri, tidak hanya PJU penanganan sampah memang masih kurang. Terutama sekali dengan armada yang dimiliki.

“Tapi untuk sementara waktu yang mengajukan itu sekarang Perkim (untuk PJU),” ujarnya.

Terlebih lagi permasalahan PJU menjadi perhatian Pemkab Lobar. Lantaran hampir semua ruas jalan di Kabupaten Lobar, terutama di kawasan pariwisata Senggigi selalu menjadi sorotan semua pihak. Banyaknya PJU yang mati serta kondisi nyala lampu yang kurang terang dianggap sebagai bagian dari daya dukung yang lemah terhadap pariwisata. Terutama menyangkut keamanan dan estetika di kawasan Senggigi.

Di beberapa tempat dan kesempatan, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid menunjukkan komitmen perencanaannya untuk tahun 2019 ini. Bahkan untuk perencanaan lima tahun ke depan, akan segera merevitalisasi kawasan Senggigi. Terutama untuk penanganan masalah PJU tersebut.

Bahwa Pemerintah Pusat sangat mendukung terobosan yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam mengatasi persoalan keterbatasn fiscal di daerah.

Untuk itu, Winengan mengaku serius menjajaki KPBU untuk PJU tersebut. Winengan menggambarkan, pihak ketiga yang akan membangun dan membuat PJU menyala terang di semua titik sesuai kebutuhan. Seluruh anggaran pembangunan dan pembayaran tagihan dengan pihak PLN akan dibayarkan oleh pihak ketiga tersebut. Sedangkan Pemkab Lobar akan mengangsur ke pihak ketiga tersebut sesuai kesepakatan. Baik itu mengenai besaran biayanya maupun lama durasi kerja samanya.

“Dan seluruhnya harus mendapat persetujuan DPRD. Untuk itu, saya berharap DPRD bisa membantu Pemerintah Daerah dalam menangani persoalan ini dengan duduk bersama melakukan kajian serta memberikan persetujuan,” pungkas Winengan.(Rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.