Header Ads

ads header

Pansus Akhirnya Tentukan Nasib Wisma Malang

SeputarLombok.com|Lombok Tengah – Setelah berjibaku beberapa bulan, bahkan sejak tahun 2018 lalu, akhirnya Panitia Khusus (Pansus) penjualan aset Pemkab Lombok Tengah (Loteng) berupa Wisma di Malang Jawa Timur menyelesaikan tugasnya.

Melalui sidang pairpurna yang digelar pada Rabu (28/5/19), Pansus menyampaikan hasil kerja mereka beberapa bulan lalu.

Juru bicara Pansus Aset Malang, Tauhid yang juga merupakan Sekretaris Pansus dalam laporannya pada sidang tersebut menyampaikan, jika pada Pansus sudah melakukan kerja mereka dalam beberapa fase.

Termasuk juga melakukan kunjungan lapangan ke Wisma Malang yang sejatinya merupakan sebuah sarana yang dipersiapkan bagi mahasiswa asal Lombok Tengah yang menimba ilmu di tempat itu.

“Kami (Pansus-Red) mengamati dari sisi ekonomis, bahwa Wisma Malang itu tidak dapat dipergunakan secara optimal oleh mahasiswa asal Lombok Tengah di sana, karena lokasinya cukup jauh dari Kampus,” ungkap Tauhid.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan, Wisma dimaksud juga tidak dihuni oleh mahasiswa dan bahkan ditempati oleh orang lain yang notabene bukan tercatat sebagai mahasiswa asal Lombok Tengah sebagai pihak yang berhak.

Sementara dari segi sosiologis, Tauhid mengatakan bahwa Pansus berpendapat bahwa Wisma Malang bukan hanya sebagai sebatas simbol tetapi juga sebagai representasi dan implemetasi dari Pemkab Lombok Tengah itu sendiri.

“Sebab, wajah Lombok Tengah lebih khususnya di Malang saat ini tidak terlepas dari para Mahasiswa yang menimba ilmu di tempat itu,” sambungnya.

Secara Yuridis, lanjutnya, bahwa pengelolaan aset daerah sudah diatur di dalam Permendagri. Diterangkakn dalam aturan itu, bahwa aset daerah bias dipindah tangankan dengan syarat adanya pertimbangan yang matang. Misalnya seperti penjualan aset daerah itu tidak merugikan daerah dan/atau disiapkan pengganti yang lebih baik lagi.

Lebih jauh, Tauhid mengatakan Pansus juga sudah berkomunikasi dan berdiskusi panjang dengan para mahasiswa Malang. Hasilnya, bahwa mahasiswa sangat berharap agar Wisma Malang ini segera dijual oleh Pemkab Loteng.

“Tetapi tentunya dengan sejumlah syarat yang diajukan,” tegasnya.

Syarat yang diminta oleh mahasiswa dan disetujui oleh Pansus berdasarkan hasil analisa dan berbagai pertimbangan antara lain bahwa Wisma Malang ini boleh dipindah tangankan (Dijual-Red) setelah Pemkab memastikan ada pengganti yang layak bagi mahasiswa itu sendiri.

Dikatakan pula, Pansus memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam memecahkan persoalan ini. Dan pada akhirnya, Pansus menetapkan agar Pemkab segera menjual aset Wisma Malang ini dengan berbagai pertimbangan yang sudah dipaparkan dengan tentunya harus segera mencari pengganti aset itu. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.