Header Ads

ads header

Kasih Efek Jera, Motor Pembalap Liar Dikembalikan Polisi Pasca Lebaran


SeputarLombok.com | Lombok Barat – Menciptakan suasana yang tertib di bulan Ramadhan ini serta guna memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang sedang beribadah, Satlantas Polres Lobar gencar melakukan penertiban.

Salah satunya melalaui Operasi Cipta Kondisi yang memang khusus digelar di Bulan Ramadhan demi terciptanya suasana yang kondusif.

Dari operasi yang digelar pada Minggu (19/5) dini hari ini, Satlantas Polres Lobar berhasil mengamankan 18 unit sepeda motor di kawasan Nyiur Gading Kecamatan Kediri.

“Kita mencoba lebih focus pada kegiatan balap liar yang kerap meresahkan masyarakat,” ungkap Kasat Lantas Polres Lombok Barat Iptu Lalu Panca Warsa SH pada wartawan seputarlombok.com.

Lebih jauh dijelaskan, operasi dimulai sekitar pukul 02:00 Wita hingga 03:00 Wita dan digelar berdasarkan laporan warga.

“Memang juga berdasarkan laporan dari masyarakat sudah sangat banyak yang masuk dan seminggu yang lalu dari jajaran Sabhara juga sudah melaksanakan operasi balap liar di tempat ini,” sambungnya.

“Ini terulang lagi di tempat ini, di Nyiur Gading, tidak ada kapok kapok nya,” geram Kasat Lantas ini.

Terkait dengan barang bukti 18 unit sepeda motor itu, Panca menjelaskan, jika baran bukti itu didapat ketika operasi digelar dan barang bukti ditinggal lari oleh pemiliknya. Sementara barang bukti itu diamankan di markas Satlantas Polres Lobar.

“Nah biar kapok, sepeda motor itu akan kita kembalikan nanti setelah lebaran, nanti kalau kita langsung kembalikan, mereka balap lagi,” terangnya.

Lalu Panca menjelaskan, pihakanya sebenarnya sangat menyayangkan kejadian seperti ini terjadi, terlebih di wilayah Kota Santri Kediri dan di wilayah binaan pihaknya. Sebab, lanjut dia, kegiatan tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh remaja remajai yang melakukan balap liar maupun kegiatan melanggar hokum lainnya merupakan bentuk kedurhakaan remaja tersebut kepada orang tuanya.

“Lah iya dong, kalau masyarakat marah dengan tingkah mereka, yang disumpahi serapah sama masyarakat kan orang tua mereka juga, itu juga bagian dari mereka durhaka kepada orang tua mereka,” katanya.

Dia berharap, semua pihak ikut terlibat dalam melakukan penertiban dan menjaga kondusifitas di bulan Ramadan ini. Termasuk dengan menjaga putra putri masing-masing agar tidak terlibat kenakalan remaja, termasuk balap liar yang kerap mendatangkan bencana dan musibah. (Dni)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.