Header Ads

ads header

Terbongkar, Dugaan Jumlah Duit Yang Dirogoh Kasek Untuk Dilantik

SeputarLombok.com | Lombok Tengah - Setelah menunggu lama, Sekolah baik Dasar maupun Menengah Pertama di Loteng yang lowong akhirnya terisi. 

Ratusan sekolah yang lowong itu diisi oleh Kepala Sekolah yang baru maupun yang dimutasi dan menempati sekolah lainnya. 

Pengambilan sumpah jabatan dilaksnakan di Gedung kantor DPRD Loteng yang lama dan menempati ruang sidang utama. 

Namun sayang, mutasi kali ini justru dikotori oleh isu tidak sedap. Isunya adalah pelantikan Kasek kali ini dilaksanakan sebagai bentuk balas jasa terhadap Kasek yang ikut sebagai tim sukses Bupati dan Wabup pada Pilbup 4 tahun lalu. 

Salah satu sumber yang mengaku sebagai bagian dari tim itu kepada media ini mengaku, bahwa molornya mutasi beberapa waktu lalu justru sebagai bagian dari proses balas jasa itu. Sebab, pada saat itu draft masih belum selesai karena masih adanya lobi-lobian di kalangan pejabat.

"Bulshit sih kalau tidak ada unsur politik itu, namanya juga tim kan harus ada balas jasanya," ungkap pria berinisial "J" itu. 

Tidak hanya itu, lebih jauh dia membeberkan bahwa Kasek yang dimutasi maupun menempati jabatan baru juga sempat membayar sejumlah uang kepadanya dan kepada "jalan" lainnya. 

Kisarannya bervariasi, mulai dari Rp. 500 ribu hingga Rp. 5 juta per kepala. 

"Ada sebagian, kalau saya dikasih Rp. 500 ribu satu orang, tapi tidak semua, ada juga sih yang kita tidak ambil," akunya. 

Untuk masing-masing tim, lanjut dia, diberi jatah Kasek yang dimutasi.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kabag Humas Setda Loteng, HL Herdan menanggapi santai. Dia mengatakan bahwa hal itu hanya isu belaka dan tidak ada buktinya sama sekali. 

Untuk mutasi, lanjut pria yang akrab disapa Miq Herdan ini sudah sesuai dengan regulasi yang ada. Melalui Baperjakat dan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. 

"Tidak ada itu, semuanya sudah sesuai dengan aturan dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah itu sendiri," bantahnya. 

Mengenai alasan molornya mutasi, Herdan kembali menjawab santai dengan mengatakan bahwa Pemkab hanya menunggu momentum yang tepat untuk melakukan mutasi. 

"Tunggu momentum Supersemar," tandasnya sambil tertawa geli.

Senagai informasi, jumlah kepala sekolah yang dilantik untuk SD dan SMP saat ini berjumlah 266 orang, termasuk yang baru dan mutasi. (fiq) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.