Rabu, 06 Maret 2019

Sempat Disemprot Bupati Saat Pembukaan, Kehadiran Kades Di Penutupan MTQ Loncat

SeputarLombok.com | Lombok Tengah - Sempat disemprot oleh Bupati Loteng, HM Suhaili FT pada saat pembukaan MTQ XXVIII karena tingkat kehadiran minim, tampaknya kepala desa se Loteng mulai keder. 

Hal itu tampak pada tingkat kehadiran para kepala desa pada acara penutupan yang diselenggarakan di lokasi sama yang sudah bisa dipantau meningkat drastis. 

Jika pada acara pembukaan, Suhaili sempat menyebut jumlah kades yang hadir hanya 2 orang dari ratusan kades yang ada, untuk penutupan jumlah kades yang hadir mencapai angak sekitar 80 persen.

Hal itu disampaikan langsung Asisten II Sekda pada Setda Loteng, HL M Amin pada media ini saat diwawancarai di sela-sela acara. 

"Saya pantau sampai 80 persen," ungkap pria yang juga menjadi Plt Camat Praya Barat ini. 

Meski begitu, Amin enggan mengamini jika kehadiran Kades yang meningkat pada acara penutupan ini karena sempat disemprot pada acara pembukaan lalu. 

Dia menegaskan jika kehadiran Kades pada penutupan karena memang kesadaran sendiri dan tidak ada hubungannya dengan sambutan Bupati saat pembukaan pada 1 Maret lalu. 

"Mereka datang karena kesadaran sendiri, apalagi mereka ingin tahu utusan dari kecamatan dan desanya mendapat prestasi," kilahnya.

"Apalagi Praya Barat malam ini kekuatan penuh, semua Kades hadir," tandasnya.

Pantauan media ini, tingkat kehadiran pejabat khususnya dari desa tampak meningkat tajam daripada saat pembukaan yang langsung dihadiri oleh Bupati Loteng.

Tampak hadir pula Kepala Kemenag Loteng, H. Hariadi Iskandar beserta jajarannya dan sejumlah Kepala Madrasah yang sebelumnya juga sempat disemprot Bupati karena hanya mengirim utusan pada saat pembukaan.

Jumlah tingkat kehadiran masyarakat juga tampak memadati arena utama dan sesekali terdengar riuh tepuk tangan dan teriakan ketika nama utusan dari kecamatan disebut sebagai juara oleh dewan Hakam yang diketuai oleh H. Sabarudin. (fiq)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.