Senin, 04 Maret 2019

Pembuatan Sertifikat Tanah Lamban, Warga Lobar Ngadu ke DPRD


GIRI MENANG-Sejumlah warga mengadu kepada Ketua DPRD Lobar Imam Kafali terkait lambannya layanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lobar. Warga menilai pembuatan sertifikat tanah, baik program nasional (prona) maupun umum, sangat lamban.

“Kami (dewan) menerima surat dari beberapa warga desa, yang mengeluhkan lambannya pembuatan sertifikat tanah,” ungkap Imam, kemarin (27/4). Surat itu pun ditembuskan langsung kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Menteri ATR-BPN, Menteri Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi, Bupati Lombok Barat, dan Ombudsman RI perwakilan NTB di Mataram.

Ia menuturkan, bahkan ada warga telah mengajukan pembuatan sertifikat sejak Oktober 2017 lalu. Sejak tanggal pendaftaran, sampai saat ini, hanya dilakukan pengukuran dan belum ada tindak lanjut proses pembuatan sertifikat yang dimaksud. Imam tak menampik, tidak hanya warga yang mengeluhkan lambannya pelayanan. Bahkan, dirinya dan anggota dewan lainnya pernah mengalami nasib serupa. Padahal sertifikat yang dibuatnya adalah jalur umum bukan prona.

“Ada di Sekotong, pengajuannya umum. Tapi setahun lebih tidak ada tanda-tanda (penerimaan sertifikat),” keluhnya. Menurutnya, pembuatan sertifikat ini harus menjadi perhatian bersama. Mengingat sertifikat prona menjadi salah satu program milik Presiden RI Joko Widodo. “Baik prona atau umum, pelayanan tetap harus maksimal,” imbuh ketua DPRD termuda se-Indonesia ini.

Sebagai lembaga vertikal, Imam berharap agar permohonan sertifikat tersebut segera ditindaklanjuti. Kepada Kepala BPN bertindak tegas terhadap oknum pegawai yang lalai dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan kewajiban pelayanan pembuatan sertifikat. “Paling tidak harus ada langkah konkret dari BPN atasi ini, agar tidak terus-menerus,” ucap politisi Golkar itu.

Sementara itu, Kepala BPN Lobar Ramli yang berusaha dikonfirmasi tidak menjawab telepon Koran ini. bahkan ketika didatangi kekantornya, sejumlah staf meminta wartawan bersurat resmi terlebih dahulu jika meminta konfirmasi. 

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.