Header Ads

ads header

Akses Jalan Nyaris Putus, Kecelakaan Hingga Renggut Korban Jiwa Tak Terelakkan


Lombok Barat – Akses jalan ke beberapa Dusun yang terletak perbukitan di Desa Sekotong Tengah dikeluhkan warga, pasalnya akses jalan ini tak dilengkapi lampu penerang jalan (PJU) dan rambu serta pengaman jalan. Akibat tak adanya sejumlah fasilitas tersebut, kerap kali menjadi pemicu kecelakaan yang menelan korban jiwa. Tak itu saja, akses jalan ini nyarsis terputus akibat longsor beberapa pekan lalu. Sebagian besar badan akses jalan ini terkena longsor. Kondisi ini menyebabkan arus tranportasi warga menuju ke perkampungan diatas perbukitan tersebut pun terganggu. 

Kepala Desa Sekotong Tengah, L Sarappudin mengatakan akses jalan penghubung antar dusun di Lendang Re menuju dusun Long-longan telah kondisinya rusak akibat logsor. 

“Jalan itu nyatus putus total, kalau tidak segera diperbaiki maah tinggal tunggu waktu putus sudah. Ditambah tidak ada pengaman jalan, rambu dan lampu jalan sehingga sering terjadi kecelakaan. Beberapa korban meninggal,”terang Kades Sekotong Tengah ini. 

Akses jalan ini kata dia memiliki panjang 2 kilometer lebih, namun kondisinya parah persis di tebing dusun Lendng Re. Akibat melanda, jalan ini longsor tahun lalu. Diperparah lagi awal tahun ini intensitas hujan tinggi, dipicu kondisi tanah yang labil mengakibatkan longsor semakin melebar hingga badan jalan nyaris putus. Pihaknya sudah melaporkan kondisi ini ke dinas PU, pihak dinas terkait sanggup memperbaiki kerjasama dengan BPBD. Hanya saja sampai saat ini belum ada realisasi. Ia mendesak agar pihak terkait segera memperbaiki, sebab jika dibiarkan jalan itu khawatir putus total. 

“PU sanggup perbaiki koordinasi dengan BPBD namun ini belum ada kepastian,”tegas dia.

Di akses jalan ini juga perlu dilengkapi fasilitas berupa pengaman dan rambu lalu lintas serta PJU. Sebab akibat tak adanya fasilitas ini, banyak warga mengalami kecelakaan bahkan menelan korban jiwa. Terakhir terjadi kecelakaan di jalur itu beberapa hari lalu. Menurut dia, seharusnya ini tak terjadi jika pemda serius menindaklanjuti keluhan warga, apalagi Bupati H Fauzan Khalid pernah turun ke daerah itu pada saat Safari ramadhan tahun lalu. 

Persoalan ini pun dibahas dalam rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Lobar Jumat (29/3). Persoalan ini menjadi keluhan warga yang masuk ke forum tersebut. Pihak forum akan menindaklanjuti persoalan ini dengan berkoordinasi dengan PU untuk perbaikan jalan. Sedangkan untuk pemasangan rambu lalu lintas di jalur tersebut, pihak forum akan mengupayakan.

“Tahun ini kita belum ada anggaran sehingga kemungkinan tahun depan,”kata Fathurrahman Kepala  Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan yang sekaligusis selaku Sekretaris FLLAJ Lobar. (Rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.