Header Ads

ads header

Ketua DPRD Lobar, Tahun 2019 Penurunan Kemiskinan Diharapkan Lebih Tinggi

Ketua DPRD Lobar Imam Kafali S.Pd
seputarlombok.com | Lombok Barat -Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mencatat angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Barat masih tersisa 15.20 persen. Setiap tahun tingkat penurunan kemiskinan di Kabupaten Lombok Barat dua tahun terakhir ini dari catatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Barat sedikit melambat kurang dari 1 setengah persen. 

Tingkat penurunan angka kemiskinan yang masih dibawah 2 persen ini menjadi perhatian dari kalangan legislatif di Kabupaten Lombok Barat. Ketua DPRD Lobar Imam Kafali mengakuinya saat ini, sebenarnya progres penurunan angka kemiskinan sudah berada di puncaknya, karena target dalam Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD) ditarget penurunan angka kemiskinan berada pada angka 16 persen, tetapi pada akhir tahun 2018 sekarang sudah berada pada angka 15 persen." Ketika sudah berada dipuncak, maka untuk kembali menurunkan angka kemiskinan seperti diawal akan lebih sulit," kata Imam.

Pola penurunan kemiskinan pasca sampai dipuncak ini harus dilakukan secara pelan-pelan. Namun tingkat penurunan yang sudahada sekarang ini harus dipertahankan dengan program dan semangat baru dari Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang akan dilantik beberapa bulan mendatang." Mudahan dengan program bupati dan wakil bupati bisa meningkatkan kinerja penurunan angka kemiskinan," tegasnya.

Adanya Wakil Bupati H.Sumiatun nanti diharapkan bisa bisa memberikan sumbangsih pemikiran dan program dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Lobar bersama dengan Bupati Fauzan Khalid." Mungkin nanti ada program khusus dari Wakil Bupati yang bisa digabungkan dengan program Bupati," jelasnya.

Imam merasa yakin dengan perpaduan keterwakilan kepemimpinan dari wilayah utara dan selatan Lombok Barat, maka tentunya kebijakan dari kepalanl daerah bisa sinkron. Tidak hanya kita untuk wilayah tengah Kabupaten Lombok Barat juga diharapkan nanti ada keterwakilan pejabat nya, apakah nantinya Ketua DPRD Lobar, atau mungkin saja Sekretariat Daerah (Sekda)." Mudahan nanti ada perwakilan pengambil kebijakan dari wilayah tengah, apakah ketua DPRD atau Sekda," ungkapnya.

Dengan adanya keterwakilan wilayah, dalam tatanan pemerintahan, akan bisa menciptakan pemerataan dalam pengambil keputusan dan kebijakan anggaran bisa tercapai sesuai dengan program yang sudah disiapkan." Mudahan tahun 2019, angka penurunan kemiskinan bisa semakin tinggi dari target," harapnya.

Sebelumnya Bupati Lombok Barat menyampaikannya penurunan angka kemiskinan di Lobar melewati angka RPJMD 2014-2019. Di RPJMD target penurunan kemiskinan akhir tahun 2019 adalah 16.59 persen. Dalam satu tahun  bisa menurunkan 1.26 persen. Tahun 2017 kemarin 16.46 persen. Sekarang sudah 15.20 persen sisa angka kemiskinan.

Fauzan mengakui untuk menurunkan angka kemiskinan tidak sederhana. Namun dalam menjalankan program pembangunan, Fauzan menekankan tiga kunci yakni sinergitas, integrase dan komplementaritas. Beberapa tahun ini Pemkab Lobar telah banyak melakukan intervensi seperti perbaikan rumah kumuh yang setiap tahun akan terus ditingkatkan, diservikasi terhadap usaha masyarakat dan lainnya. “Mulai 2017 kita serius menggarap gula aren. Tahun 2018 kita buat semacam UPT di Lingsar dan tahun 2019 akan kita buat UPT di Gunungsari,” katanya.

Selain faktor ekonomi, pengembangan produksi gula aren juga akan menyentuh sektor pariwisata. Lokasi usaha produksi gula aren nantinya akan dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata di mana masyarakat dapat melihat langsung proses produksi gula aren. Hal lain yang ingin dicapai Pemkab Lobar melalui usaha gula aren yakni untuk mengatasi penyalahgunaan gula aren menjadi minuman keras. “Kita juga dorong masyarakat untuk berproduksi dengan memberikan bantuan. Kita harapkan bantuan yang kita berikan hanya bersifat supporting," jelasnya

Dengan interpensi yang sudah dilakukan diharapkan bisa,memancing agar masyarakat mandiri. Bukan diberikan untuk seterusnya. Harapan kami kepada para kepala desa agar BumDes yang digarap juga dapat membantu masyarakat. Saya yakin dengan support kita semua termasuk para tuan guru hasilnya akan lebih baik,” ungkapnya.(mi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.