Header Ads

ads header

Polres Lombok Utara Berhasil Mengungkap 119 Tindak Pidana Kejatahan


Seputarlombok.com | Lombok Utara – Polres Lombok Utara berhasil mengungkap 119 tindak pidana kejahatan, seperti curat, curas, curanmor, dan kejatahan narkoba di tahun 2018 . Hal ini di ungkapakan Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono S.I.K. dalam gelaran pres rilis akhir tahun 2018 di Makopolres Gangga Lombok Utara (31/12). Dan di paparkan kegiatan selama tahun 2018 mulai dari kegiatan oprasional, kegiatan pembinaan dan untuk 2019 yang akan di hadapi.

Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono S.I.K. menjelaskan, untuk kejahatan selama tahun 2018 terjadi 188 tindak pidana dan berhasil diungkap 119 tindak pidana atau 63 persen kasus. Tindak kejahatan tersebut bersumber dari kejatan curat ( kejatan dengan pemberatan), curas ( pencurian dengan kekerasan), curanmor ( pencurian kendaraan bermotor) dan kasus narkoba.

Unutk kasus narkoba sendiri Polres Lombok Utara berhasil mengungkap 27 kasus yang sebagian besar berhasil di ungkap di daerah wisata, dengan barang bukti yang berhasil diamankan sabu-sabu 442 gram, ganja 1.528,81 gram, extasi 4 butir, dan dari miras berhasil di sita 513 botol. Untuk kejahatan curat berhasil di ungkap 17 kasus, curanmor 11 kasus dan curas 2 kasus, untuk modus yang dilakukan dengan merusak kunci kendaraan, menghadang dijalan, membiongkar atap, untuk 10 kendaraan yang terpajang di polres sendiri adalah hasil cipta kondisi di bulan desember 2018 yaitu dari kasus curanmor dan penggelapan. Sehingga kapolres sendir menghimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan untuk datang kepolres Lombok Utara memebawa dokumen yang dimili sesuai dengan nomor rangka dan diberikan secara Cuma-cuma untuk mengambilnya yang hilang kendaraannya selama bulan Desember 2018.

Sedangkan untuk kegiatan oprasinal lalu lintas di Lombok Utara meningkat, melihat catatan angka kecelakaan dari Satlantas Polres Lombok Utara pada tahun 2018 angka kecelakaan mencapai 60 kejadian dengan 31 korban meninggal dunia dengan luka ringan 97 korban dan kerugian mencapai Rp. 134.350.000. Dalam razia yang digelar selama tahun 2018, satlantas sendiri menemukan, 2.515 pelanggar yang didominasi oleh pengendara yang tidak memiliki SIM 875 pelanggar, utnuk STNK 760 pelanggar, dan tanpa kelengkapan 177. Sehingga polres Lombok Utara sendiri menghimbau di tahun 2019 para pengendara untuk mematuhi aturan berkendara dan melengkapi surat-surat kendaraan agara mengurangi tingkat kecelakaan di Lombok Utara.(mu)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.