Header Ads

ads header

Pantas Maju, Ternyata Ini Yang Dilakukan di KKM MIN 2 Sebelum Mengajar

SeputarLombok.com | Lombok Tengah - Kemajuan pendidikan di Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 2 Loteng terbilang cukup pesat. Selain pengembangan beberapa program pendidikan yang dikoordinir oleh pihak KKM sendiri, ada juga pengembangan teknologi, metode dan pengembangan kurikulum yang dilakukan.

Tidak sampai disitu, KKM MIN 2 Loteng yang terdiri dari 62 MI di tiga kecamatan juga mengembangkan pendidikan inklusi bagi siswanya. Melalui program INOVASI yang dikemabangkan oleh Pemkab Loteng yang bekerjasama dengan Pemerintah Australia dan dibalut dalam program SETARA. Program itu sendiri fokus pada pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau sering disebut pendidikan inklusi.

Untuk KKM MIN 2 Loteng sendiri, seperti diinformasikan oleh Ketua KKM, Mahruf SAg.MPd.I., sebenarnya program ini baru terselenggara di KKM induk saja, yaitu MIN 2 Loteng yang dia pimpin.

Hanya saja, dalam perkembangannya, semua madrasah di bawah KKM dirasa harus mengikuti program ini mengingat ada peluang madrasah dimaksud akan menerima murid yang berkebutuhan khusus.

Melihat kemungkinan itu, pihak KKM berinisiatif untuk melatih para guru untuk memberikan pendidikan pada ABK. Tidak kurang dari 51 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di masing-masing madrasah, didatangkan ke KKM untuk mendapat pelatihan itu.

Mahruf, menjelaskan, semua guru yang berstatus ASN dan berasal dari 25 MI yang berstatus negeri dilatih oleh orang yang kompeten di bidangnya agar bisa menghadapi persoalan ABK ketika kembali ke madrasah masing-masing.

"Kami (KKM MIN 2 Loteng-Red) merupakan pilot project dari program ini, kami tidak ingin hanya maju sendiri saja, tetapi kami ingin mengajak madrasah yang kami naungi juga," ungkapnya di sela-sela proses pelatihan guru yang sedang berlangsung.

Mahruf menambahkan, selain menjadi contoh, tujuan utama dari pelatihan kepada para guru berstatus ASN di lingkup KKM ini sebenarnya adalah untuk memberikan warna dan solusi bagi Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah. Tentunya untuk menghadapi persoalan global ke depan khususnya dalam bidang pendidikan.

"O ya tentu bukan hanya menjadi contoh, tetapi kami ingin memberikan warna bagi Kemenag agar kita sama-sama mencari solusi permasalah pendidikan di madrasah ke depan," sambungnya.

Harapannya, meski terbatas pada guru berstatus ASN dan MI yang berstatus negeri saja pada awalnya, tetapi program ini bisa diteruskan bagi madrasah yang berstatus swasta dan bagi guru yang masih honorer.

"Saya rasa ini penting untuk menjadi kita pikirkandan dan kita dukung bersama," lanjutnya.

Ditanya mengenai support dana dan lain sebagainya untuk pelaksanaan kegiatan ini, Mahruf menjelaskan jika Kemenag dan Dinas Pendidikan tidak tinggal diam, Termasuk juga adanya support berupa Fasilitator dan pelatih dan pihak INOVASI.

"Makanya kegiatan ini tidak hanya kita lakukan 3 hari seperti yang sudah dijadwalkan, akan kita laksanakan kegiatan lanjutan dan akan kita pusatkan di sini juga (MIN 2 Loteng-Red)," tukasnya.

Sementara itu, salah satu pelatih sekaligus Fasilitator Daerah (Fasda) INOVASI, Umi Maharani yang diwawancarai SeputarLombok.com menjelaskan, materi yang diberikan kepada guru tidak jauh dari materi utama dalam menjalankan pendidikan bagi siswa yang berkebutuhan khusus.

"Benar-benar kita persiapkan untuk menghadapi siswa ABK di tempat tugas masing-masing," ungkap guru yang bertugas di SDN 1 Gemel ini.

Dia mengatakan, guru dibekali dengan beberapa metode mengajar dan teori pembelajaran. Selain itu, dibekali juga dengan tips menghadapi ABK dalam semua kondisi baik ketika di dalam ruangan belajar maupun di luar ruangan.

"Sebenarnya akan sangat bagus kalau support dari Pemkab dan Kemenag bisa dimaksimalkan dan ditingkatkan lagi," tandasnya. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.