Sabtu, 01 Desember 2018

Pemkab dan Dewan Warning Investor Tak Serius

seputarlombok.com | Lombok Barat - Dinas Kominfo Lobar Bersama Humas DPRD Kabupaten Lombok Barat menggelar dialog interaktif dengan tema Membangun Lombok Barat. Dimana dalam edisi perdana, dialog interaktif mengundang pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Lobar.

Dialog ini mengupas tentang sejauh mana kondisi investasi selama tahun 2018 di Lobar. Khususnya terkait dengan Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Dari tahun 2015 sampai tahun ini ada 74 PMA yang kami usulkan ke Badan koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk diputuskan. Dua minggu lalu kami bersurat investor yang sampai saat ini tak merealisasikan invetasinya digantikan posisinya oleh investor lain," ungkap Kepala DPMPTSP Lobar H Dulahir.

Ia menegaskan, Pemkab Lobar tak ingin terlalu lama berurusan dengan investor yang tak kunjung merealisasikan investasinya. Sehingga, mereka harus diganti dari daftar investasi karena diangap tak serius.

Meski telah mendapatkan izin, lahan yang mereka miliki nantinya akan diminta untuk dikembalikan ke Pemkab Lobar agar diganti investor lain. Meskipun nantinya ada yang sudah menguasai lahan dalam bentuk HGB.

“Tapi itu sudah menjadi resikonya dia karena tidak bisa membangun. ' Bisa saja nanti balik statusnya dengan investor lain,” jelas H Dulahir.

Yang jelas, pihaknya mengaku kami tidak ingin mereka tetap jadi daftar investor di Lobar.

"Tiga tahun saja (sejak dikeluarkan izin) mereka tidak merealisasikan investasinya itu bisa dikeluarkan. Dan itu mereka akan sulit untuk investasi lagi,” sambungnya.

Meski banyak MA yang diusulkan untuk diputuskan prizinannyan, namun ada sekitar 90 yang masih dipertahankan. Karena mereka memang sudah mulai merealisasikan Investasinya dengan membangun infrastruktur hingga mendatangkan tenaga kerja.

“Sebagian besar bidang pariwisata, atau akomodasi, transportasi bahkan kesehatan," bebernya.

Target Pemkab Lobar untuk investasi PMA di tahun 2018 mencapai sekitar USD 103, juta atau skeitar Rp 2 Triliun. Sampai caturwulan ketiga, investasi yang terealisasi hampir 90 persen.

"Insya Allah di catur wulan keempat bisa terealisasi 100 persen,” yakinnya.

Sedangkan untuk PMDN, dari target investasi Rp 443 miliar yang direncanakan, yang terealiasi seitar 75 persen. Sama dengan PMA, sebagian besar investasi PMDN bergerak pada sektor pariwisata seperti pembangunan penginapan atau akomodasi dan lainnya.

Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Muchlis lbrahim mendukung langkah DPMPTSP Lobar. Jika dalam waktu tertentu mereka para investor tidak merealisasika investasinya, maka izin yang mereka dapatkan menurutnya sudah itu tidakberlaku lagi.

“Karena ada regulasi tentang itu. Jadi tidak perlu dipantau, dievaluasi, kemudian diusulkan pemutusan,” tegasnya.

Sulhan menjelaskan, sebenarnya perlu ada jaminan untuk menunjukkan keseriusan Investor dalam merealisasikan investasinya. Hanya saja, khawatirnya itu memperberat persyaratan bagi investor yang serius.

"Karena di daerah lain tidak ada, tapi kita kemudian menggunakan uang jaminan. Makanya ini saya kira harus dikaji,” ucapnya.

“Saya sepakat harus ada jaminan yang mengikat untuk keseriusan. Tapi di sisi lain jangan sampai itu kemudian mempersulit. Karena semangat pemerintah untuk perizinan ini adalah mem permudah," imbuh politisi PKB yang akan maiu di DPR RI Dapil Lombok tersebut. (Rd)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.