Header Ads

ads header

Operator Madrasah Bakal "Duduk" Lebih Lama

SeputarLombok.com | Lombok Tengah - Aplikasi ditigal yang akan digunakan oleh madrasah tampaknya akan semakin banyak. 

Setelah sebelumnya, Kemenag mewajibkan semua madrasah menggunakan aplikasi bernama "SiBOS Pintar" untuk pengelolaan dana BOS, "EMIS" untuk pengelolaan data terpadu madrasah dan "SIMPATIKA" untuk data guru dan siswa madrasah, kali ini operator madradah harus berurusan dengan aplikasi baru bernama ARD.

Aplikasi Raport Digital (ARD) sendiri adalah sebuah plikasi untuk memasukan nilai siswa dan bisa diakses oleh semua pihak yang memilki password. Termasuk orang tua siswa untuk meminimalisir penggunaan kertas.

Bertambahnya penggunaan aplikasi di tingkat madrasah ini disambut beragam oleh beberapa operator madrasah. Ada yang antusias, tetapi ada juga yang menyatakan bahwa bertambahnya aplikasi ini akan menambah beban para operator.

"Kan sudah ada aplikasi, toh tujuannya sama. Sebenarnya walaupun ada lagi, tapi mohonlah kesejahteraan kami juga diperhatikan, " ungkap salah satu operator madrasah yang tidak mau ditulis namanya. 

Sementara itu, Kepala MIN 4 Lombok Tengah, Zulhadi yang ditemui usai pelaksanaan sosialisasi ARD bagi Madrasah di MIN 4 Loteng bersama sejumlah operator dan Kepala MI se KKM MIN 4 Loteng mengatakan, jika ditelaah memang jumlah aplikasi yang digunakan oleh madrasah cukup banyak.

Hanya saja, lanjut dia, aplikasi kali ini sudah dikirim oleh pusat dan direncanakan untuk kemudahan bagi pengelolaan madrasah menuju madrasah hebat dan bermartabat.

"Kami faham keluhan kawan-kawan operator, tapi ini adalah aplikasi dari pusat dan tujuannya untuk memudahkan madrasah nantinya," ungkap pria yang akrab disapa Zul ini.

Untuk itu, lanjut dia, pihak KKM MIN 4 Loteng sendiri membuat sebuah regulasi sendiri untuk memudahkan tugas para operator di lingkup kerja 78 Madrasah di bawah KKM yang diketuainya.

Salah satunya dengan membuat ketua sub operator di masing-masing Kecamatan.  Seperti di Kecamatan Praya Timur diketuai oleh operator di Sepakat, Kacamatan Janapria berada di MI NW Lingkok Bunut dan untuk Kecamatan Prateng diketuai operator di MI NW Mapong.

"Ini salah satu langkah kami untuk meringankan beban operator kami di madradah,  nanti ketua Sub akan membantu setiap kesulitan," ungkapnya. 

Terkait kesiapan pihaknya menggunakan ARD yang baru, Zulhadi mengatakan jika pihaknya sudah siap mengikuti arus yang diperintahkan oleh pusat.

Hal itu tentunya untuk kepentingan madrasah dan siswa. "Kami sudah siap dari awal, walaupun sempat ada protes, tapi kami yakin jika operator kami yang menjadi nyawa madrasah selama ini bisa dan mampu menggunakan dan melaksanakan ini dengan baik," katanya.

"Apalagi selama ini operator kami dikenal selalu bisa menggunakan aplikasi apapun meski tanpa dilaksanakan bimtek," pujinya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Kanwil Kemenag NTB, H. Abdul Manan dalam pemaparannya pada saat sosialisasi ARD di MIN 4 Loteng mengatakan, Kanwil sendiri sebelumnya sempat melakukan protes terhadap pusat.

"Sebelum anda protes, kami sudah protes duluan," bebernya.

Tetapi kemudian, lanjut dia, setelah melakukan telaah dan diberikan pengertian serta arahan, aplikasi ini sangat penting untuk diterapkan di madrasah.

"Dan kami yakin, meski tidak ada anggaran untuk bimtek, operator kita akan bisa," yakinnya. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.