Header Ads

ads header

Laga Di KKM MIN 4 Loteng Diyakini Lahirkan Zohri Baru

SeputarLombok.com | Lombok Tengah - Prestasi yang didapat Zohri di kancah Internasional beberapa waktu lalu, ternyata memiliki arti tersendiri bagi Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 4 Lombok Tengah.

Sosok Zohri, anak KLU yang mendapat emas dalam lomba lari bergengsi itu, telah memecut semangat para peserta AKSIOMA dan KSM yang diselenggarakan MIN 4 Loteng.

Kepala Kantor Kemenag Loteng, H. Iskandar dalam sambutannya pada acara pembukaan AKSIOMA dan KSM dalam rangka menyambut HAB Kemenag ke 73 mengatakan, Zohri baru harus lahir dari kegiatan ini.

"Keberhasilan Zohri harus menjadi penyemangat anak-anak (Siswa-Red) kita dalam berlaga," ungkap Iskandar.

Dikatakan Iskandar, siswa dari madrasah dengan slogan Madrasah Hebat, Madrasah Bermartabat harus membuktikan diri mereka. Tentunya, hal itu harus diimbangi dengan pembinaan dari guru yang terus berkelanjutan.

"Saya yakin, kalau KKM MIN 4 ini terus kompak seperti sekarang, tidak menutup kemungkinan Zohri-Zohri baru akan muncul dari sini," yakinnya.

Sementara itu, Ketua panitia AKSIOMA dan KSM tingkat KKM MIN 4 Loteng, Edwin Rohadi, SPd. Mpd dalam laporannya menjelaskan, jumlah peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini mencapai 390 peserta dari beberapa mata lomba. Antara lain pidato, hifdzil quran, lari 100 meter, olimpiade MTK dan olimpiade Sains yang terigresasi.

"Masing-masing madrasah mengutus satu utusan untuk masing-masing lomba dengan total madrasah yang tergabung dalam KKM kami berjumlah 78 madrasah," jelasnya.

Untuk tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah, menjadikan siswa yang sehat, unggul dan pastinya berdaya saing. "Tujuannya adalah menjadikan anak sehat jasmani, rohani dan menjadikan mereka siap untuk menjalani kehidupan di masa yang akan datang," tandasnya.

Sementara itu, Kepala MIN 4 Loteng yang sekaligus ketua KKM, Zuhladi MPd.I., mengungkapkan, kegiatan ini bisa dijadikan sebagai barometer untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam hal kesenian dan sains.

"Maksud saya, tidak ada perbedaan antara siswa madrasah negeri maupun swasta, semua punya kesempatan untuk menang dan itu akan menjadi tolok ukur keberhasilan kita selama ini," ucapnya. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.