Header Ads

ads header

Kecurigaan Dewan ke PDAM Memuncak

SeputarLombok.com | Lombok Tengah – Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah, M. Samsul Qomar merasa ada kejanggalan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah.

Hal itu dikarenakan adanya beberapa kejanggalan terhadap proses permintaan data kepada PDAM oleh pihak dewan.

Dikatakan Qomar, permintaan dari pihak PDAM yang sangat janggal karena pihaknya diharuskan bersurat kepada PDAM terkait permintaan data mengenai CSR.

“Ini janggal menurut saya, kenapa tidak langsung saja berikan ke kami?” curiganya.

Terlebih lagi, sambung mantan Ketua KNPI Loteng ini, beberapa kali pihak PDAM sudah berjanji memberikan data itu pada saat rapat bersama, tetapi pada akhirnya perusahaan itu justru meminta pihak Dewan meminta dengan cara bersurat.

“Mereka selalu janji terus, tapi kok akhirnya minta kami bersurat, ini lucu dan pastinya mencurigakan,” sambungnya.

Dia mengatakan, PDAM menimbulkan kesan menutup-nutupi mengenai CSR, keuntungan, dan pengembangan perusahaan.

“Akhirnya kami bersurat dan kami tembuskan ke Kejaksaan, Inspektorat, Kepolisian dan Badan Pengawas PDAM, biar ini clear,” tegasnya.

Lebih jauh dibeberkan, pada saat rapat bersama Komisi II, PDAM membeberkan mengenai adanya penyaluran CSR kepada semua Kepala Desa yang berada di bagian Utara Lombok Tengah. Tujuannya sesuai dengan proposal yang diajukan.

“Tapi selama kami rapat dan menanyakan nominal, Dirutnya tidak pernah memberikan angka pasti,” bebernya.

Selain masalah CSR, pihaknya juga menyoal masalah banyaknya penjualan air tangki oleh PDAM pada musim kemarau beberapa waktu lalu.

Menurut informasi yang diterima, harga air per tangki yang dijual oleh PDAM berkisar pada harga Rp. 100 ribu hingga Rp. 200 ribu per tangki.

Sementara menurut data yang ada, armada mobil tangki milik PDAM berjumlah empat unit dengan jumlah penjualan mencapai 4-5 kali dalam sehari.

Jika dihitung, maka perhitungan kotornya, lanjut Qomar, PDAM akan mendapat uang sebesar Rp. 4 atau Rp. 5 juta dalam sehari.

“Itu sehari, sementara masa penjualan itu menurut perhitungan kami dilakukan PDAM sampai 3-4 bulan, jadi ya uangnya cukup besar,” tukasnya.

“Seharusnya dengan uang sebanyak itu, banyak program yang dijalankan PDAM, ya termasuk juga untuk pengembangan masyarakat, terlebih pemuda,” cetus Qomar.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM belum memberikan keterangan resmi terkait masalah ini kepada media. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.