Header Ads

ads header

Jelang Nataru, Polres Lobar Tandai Operasi Lilin Dengan Gelar Pasukan


seputarlombok.com | Lombok Barat - memasuki libur hari natal dan perayaan pergantian malam tahun baru 2019 mendatang. Pengamanan dan kesiagaan dipersiapkan oleh pihak Kepolisian. Untuk pengalaman Natal dan Tahun Baru (Nataru) Polres Lobar  mengelar operasi Lilin  Gatarin pengamanan Nataru 2018. Operasi Lilin ditandai dengan Gelar Pasukan yang dilakukan di Lapangan Mapolres Lobar yang dipimpin langsung Kapolres Lobar AKBP Hery Wahyudi yang diikuti oleh Dandim 1606 Lobar. Jum'at (21/12).

Kepada wartawan Kapolres menjelaskan Pengamanan Nataru akan digelar mulai dari tanggal 23 Desember sampai 1 Januari 2019. Jumlah personil yang terlibat sekitar 98 personilnya." Ada sekitar 98 Personil khusus dari kepolisian yang kita turunkan untuk pengamanan Nataru," kata Kapolres.

Selain dari personil kepolisian, pihak pengaman jugae dibantu dari pihak TNI, dari pihak TNI ada sekitar 2 peleton pasukan yang akan diperbantukan dalam pengamanan malam Natal dan tahun baru. Seperti ditahun sebelumnya beberapa posko pun akan didirikan dibeberapa titik strategis. Seperti Posko Pelayanan di Pelabuhan Lembar, Posko Keamanan di Giri Menang Squere (GMS) dan Senggigi.

Selain itu ada Bantuan Kendali Operasi melibatkan BKO dari Sabara Polda NTB, Brimob dan Satuan Lalulintas untuk beberapa titik dan pos pengamanan. Titik pusat keramaian malam tahu baru diperkirakan akan dipusatkan di Senggigi, untuk menjaga kelancaran lalu lintas pihak kepolisian akan memberlakukan sistem buka tutup jalur dari dan menuju Senggigi." Pusat keramaian puncak tahun baru akan dilakukan di kawasan Senggigi," jelasnya.

Selain di Senggigi juga ada titik lainnya. Seperti di Kerandangan, kemudian pantai duduk,kemudian di Sekotong, Buwun Mas, ada juga di pantai Cemara. Terkait adanya beberapa kejadian yang baru-baru terjadi dikawasan Bypas Bil II perbatasan Mataram. Heri mengaku sudah mengajukan usulan pembangunan pos gabungan dikawasan Bypas. Baik kepada Bupati Lobar maupun Walikota Mataram.Kalau memang belum terlaksana untuk pembangunan pos gabungan." Nanti saya koordinasi dengan Mataram untuk melaksanakan patroli gabungan.

Himbauan juga disampaikanya kepada seluruh orang tua dan masyarakat untuk tetap mengawasi anaknya. Terutama jam keluar malam.Apabila mempunyai anak yang masih belia, apabila sudah melebihi jam 12 malam diminta untuk disuruh pulang dan jangan nongkrong-nongkrong. 

Sebagaimana amanah dari Kapolri, Operasi Lilin Gatarin. Polri  telah  menginventarisir  beberapa  potensi  kerawanan  di antaranya kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat,  potensi  aksi  terorisme,  sweeping  Ormas  dan  aksi intoleransi,  kecelakaan  moda transportasi  baik  darat,  laut, maupun  udara, ketersediaan  dan  stabilitas  harga pangan, serta kemacetan  dan  kecelakaan  lalu lintas. 

Peningkatan  intensitas  kegiatan masyarakat,  akan memunculkan  potensi  meningkatnya  kejahatan  konvensional seperti  begal,  premanisme,  maupun  aksi  street  crimes  seperti pencurian, pencopetan,  dan  sebagainya. " Sasaran kita mencegah tindak kejahatan, seperti terorisme, kejahatan jalanan seperti pencopet dan begal," jelasnya.

Sementara, Terkait pembakaran kembang api dan petasan polres sudah menerima laporan dari beberapa hotel yang akan melakukan pesta kembang api, dan akan melibatkan tim Jihandak juga tujuannya untuk antisipasi, jangan sampai kembang api yang dibakar mengarah kepada tempat yang berbahaya.(rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.