Header Ads

ads header

Ganti Tahun, Loteng Anulir Kegiatan Hura-Hura

SeputarLombok.com | Lombok Tengah - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pergantian tahun dari 2018 ke 2019 kali ini dikemas berbeda oleh Pemkab Loteng.

Jika pada tahun sebelumnya Loteng mendatangkan artis lokal maupun nasional bahkan internasional, tahun ini hal semacam itu tidak diadakan.

Bupati Loteng, H. Moh. Suhaili FT, SH., mengungkapkan, tahun ini Pemkab Loteng tidak akan mengadakan kegiatan mendatangkan artis maupun membuat acara besar seperti tahun sebelumnya.

"Kita hanya akan adakan zikir dan doa bersama, dan kita akan himbau juga kepada masyarakat untuk melaksanakan kegiatan semacam itu di wilayah masing-masing," ungkap Suhaili saat memberi arahan kepada ASN usai senam rutin Jum'at di Lapangan Muhajirin Praya.

Ditambahkan Suhaili, Pemkab bukannya tidak mampu untuk mengadakan berbagai macam acara seperti yang sudah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Hanya saja, pihak pemerintah ingin agar ada perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik. Seperti perbaikan mental spiritual.

"Kita ingin agar masyarakat menjadikan momentum tahun baru itu sebagai momentum untuk perbaikan diri, bukan lagi untuk hal-hal yang tidak berfeadah," tukasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Loteng, HL Herdan yang ditemui seputarlombok.com menegaskan jika hal itu sudah direncanakan jauh hari. Terlebih ketika kondisi daerah saat ini sedang mengalami banyak musibah.

Sementara terkait masalah anggaran yang sebelumnya sudah diperuntukan untuk pelaksanaan, Herdan menjelaskan dalam nomenklatur anggaran, Pemkab tidak ansih menyebutkan untuk pembiayaan kegiatan.

"Dalam nomenklaturnya tidak ansih disebutkan untuk perayaan tahun baru, jadi bisa dialihkan ke kegiatan yang lebih baik," jelasnya.

Untuk total anggarannya sendiri, Herdan menolak untuk menjawabnya. Dia hanya menjawab media ini dengan tersenyum dan mengalihkan pembicaraan.

Lebih jauh terkait kegiatan zikiran di masing-masing masjid yang akan dilaksanakan oleh masyarakat, Herdan menjelaskan Pemkab memang tidak memaksakan untuk dilaksanakan.

"Pemkab hanya menghimbau, tapi tentunya itu baik untuk dilaksanakan," jelasnya.

Hanya saja, lanjut dia, pihaknya memastikan jika Pemkab akan mempersulit izin bagi semua pihak yang akan mengadakan acara hiburan yang tidak produktif di lokasi-lokasi yang menjadi aset Pemkab.

"Kemungkinan tidak akan kita berikan izin untuk pihak swasta (Untuk mengadakan acara hiburan-Red)," yakinnya. "Kalau siang hari boleh lah," sambungnya.

Namun saat ditanya mengenai kekhawatiran sejumlah pihak mengenai dampak ekonomi seperti perputaran uang yang tidak sebesar tahun sebelumnya sebagai dampak tidak adanya kegiatan besar dari Pemkab, Herdan menjawab anteng.

Dia mengatakan jika semua hal itu sudah diperhitungkan oleh pemerintah sebelumnya. Sebab, lanjut dia, Pemkab pada dasarnya tidak melarang perayaan tahun baru oleh perorangan, namun tentunya tidak dengan perayaan besar.

"Kami yakin tidak akan menurun dari tahun sebelumnya, kan bisa saja untuk melaksanakan himbauan itu masyarakat bareng-bareng menggelar zikiran atau rowah di tempat masing-masing. Jadi tidak ada alasan roda perekonomian akan macet. Toh di siang hari juga bisa," ucapnya.

Untuk malam kegiatan zikiran itu sendiri, Herdan menjelaskan jika pejabat eselon akan diundang melaksanakan zikiran massal di Masjid Agung Loteng.

"Tetap kegiatan bersama itu, tapi diganti dengan zikiran itu," tandasnya. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.