Senin, 03 Desember 2018

DPR dan RSUD Lobar Berupaya Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat


seputarlombok.com | Lombok Barat - Pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus dan prioritas Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), selain pemerataan infrastruktur jalan dan pendidikan, Setelah menambah jumlah puskesmas menjadi 19 buah, Pemkab Lobar melalui Dinas Kesehatan (Dikes) juga baru membangun  dua unit Puskesmas Pembantu (Pustu) yakni di Desa Montong Are Kecamatan Kediri  satu Poskesdes di Eyat Mayang Kecamatan Lembar.

Apa yang dilakukan ini sebagai upaya Pemkab untuk meningkatkan pelayanan ke seluruh masyarakat secara merata yang dimulai dari tingkat dasar. Komitmen dari Pemda Lobar dan legislatif dipertegas dalam dialog publik membangun Lombok Barat yang dilakukan di DPRD Lobar. Senin (3/12) kemarin dengan narasumber dari Direktur RSUD TRIPAT

Direktur RSUD Tripat Drg H.Arbain Ishak menjelaskan saat ini RSUD Tripat mempunyai 120 tempat tidur, 13 dokter spesialis plus 17 dokter umum perawat dan bidan sebanyak 182 orang, non perawat 63 orang, serta petugas non medis 159 orang , beberapa program unggulan ditawarkan rumah sakit milik Pemkab Saat diantaranya program rujukan pasien bibir sumbing dan ortodentis. RSUD Tripat sering dijadikan lokasi operasi." Saat ini RSUD Tripat sudah menjadi lokasi rujukan," ungkapnya.

Meskipun demikian, masih saja ada masyarakat yang mengeluh terhadap pelayanan,terutama pelayanan dari segi tenaga medis yang di nilai kasar dalam menangani pasien. Sebagaimana yang terjadi dan sempat di muat di sejumlah media massayang lalu, yakni masih adanya tenaga medis (Dokter) Yang di anggap kasar dalam menjelaskan kondisi pasien. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pelaku kegiatan baik dari dinas kesehatan kabupaten Lomboki Barat serta pelaksana kegiatan yakni pihak rumah sakit tripat gerung yang notabene ujung tombak pelayanan di Rumah Sakit tersebut.

Hal lain yang masih menjadi perhatian RSUD Lobar yakni mereka sering mengalami kesulitan keuangan, apalagi sering menunggak pembayaran dari BPJS kesehatan. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Lobar Munawir Haris mengatakan pihaknya dari legislatif sangat serius dan selalu mebackup apa yang menjadi kbeur dari RSUD Lobar." Kami dari komisi IV selalu memback up kebutuhan RSUD Tripat," jelasnya

Kalau memang sekarang ini RSUD Tripat sedang mengalami kesulitan keuangan, komisi mempersilahkan pihak RSUD untuk pinjam dana dulu ke pihak ketiga, apakah bank NTB atau yang lainnya." Tidak masalah, rumah sakit pinjam dulu ke pihak ketiga, kami dari DPRD siap dukung untuk penganggaran," jelasnya.

Soal adanya dokter yang disekolahkan oleh pihak rumah sakit, Munawir menegaskan, dokter yang dibiayai rumah sakit sangat wajar, namun harus diperhatikan juga, ketika ada dokter yang disekolahkan, maka setelah sekolah selesai, maka dokter tersebut harus kembali bekerja di rumah sakit." Kalau sudah selesai dokternya harus kembali ke rumah sakit RSUD Lobar," tegasnya.(rd)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.