Senin, 03 Desember 2018

Dewan Lobar Dorong Penempatan Jabatan Sesuai Kompetensi


Seputar Lombok - Kalangan dewan Lombok Barat (Lobar) angkat bicara terkait dilaksanakanya Job Fit. Jelang rencana Pemkab Lobar yang akan kembali mengelar mutasi lanjutan.

Wakil Ketua III DPRD Lobar, H Sulham Muhlis Ibrahim menilai mutasi yang kadang terjadi lebih seperti politik balas budi. Sebab meletakan pejabat karena kedekatan politik. 

“Siapa yang banyak berjasa dalam upaya-upaya politik malah yang ditempatkan posisi tertentu, seperti politik balas budi,” ujar Sulhan yang dikonfirmasi, kemarin.

Hal ini yang menimbulakan angapan jika job fit yang dilakukan hanya formalitas saja. Sehingga hanya sekedar mengikuti  prosedur agar tidak menyalahi regulasi maupun ketentuan. 

Menurut Sulhan mutasi yang dilakukan harusnya melihat reward dan punisment kapada pajabat yang kinerjanya bagus. Baik dilihat capaian terget program saat menandatagani kontrak kerja sebagai kepala dinas maupun kabid dibawahnya.

“Itu harus ada reward kalau bagus, kemudian punisment kalau target itu tifak tercapai dia harus membuat pernyataan disitu,” ungkapnya. 

Jika hal itu dilakukan, politis PKB itu mengatakan tidak masalah jika yang bersangkutan memiliki kedekatan politik. Yang terpenting pejabat itu bisa profesional dalam menjalankan tugasnya. Termasuk tercapainya sejumlah target beberapa indikator selama menjabat.

“Gambaran profesional itu dengan tercapainya terget-terget itu,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tidak dapat mengintervensi mutasi. Lantaran hal itu menjadi hak priogratif dari bupati maupun wakil bupati.

“Sangat subyektif kalau kita mengatakan berdasarkan kedekatan. Sehingga satu-satunya mengukur itu dari target dan indikator keberhasilan. Kalau tercapai mau dia deket, mau saudaranya keluarganya pejabat terserah, tidak ada masalah bagi kita, tetapi pelayanan kemasyarakat terpenuhui,” imbuhnya.

Sementara itu sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar, Suparlan mengaku jika pelaksanaan Job Fit itu akan mulai dilaksanakan pekan depan. Bahkan pihaknya sudah mengantongi surat pemberitahuan terkait itu dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Pelaksanaan mungkin minggu depan,” ujarnya.

Job Fit ini dilakukan untuk melakukan pemetaan kesesuaian pejabat dengan posisi ditempatkan. Baik dari sisi pendidikan, kemampuanya maupun pengalaman. Suparlan mengatakan pelaksanaan Job Fit ini bekerjasama dengan akademisi dan pihak BKD. 

“Ini  (Job Fit) jadi dasar kita untuk melakukan mutasi, kalau tidak nanti kena teguran kita,” sambungnya.

Sedangkan bagaimana untuk mengisi jabatan yang kosong ? Mantan camat Batulayar ini, menjawab kemungkinan aka nada Pansel yang dilakukan. Sebab sejuah ini ada beberapa jabatan lowong efek dari pengisian jabatan beberapa waktu lalu. 

Seperti diantaranya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

“Yang kosong kita pansel,” tandasnya.(DN)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.