Minggu, 25 November 2018

Panitia Pilkades Yang Diancam Oknum Pendukung Cakades Akhirnya Lapor Polisi

SeputarLombok.com|Giri Menang - Salah satu panitia Pilkades di Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung, Rasmini Abdul Malik diancam dan dimaki oleh puluhan oknum yang diduga pendukung salah satu calon kepala desa setempat.

Sebagian orang itu mendatangi rumah Rasmini yang menjadi ketua panitia ini dalam keadaan mabuk. 

Merasa terancam, Rasmini tidak membiarkan kasus ini berlarut-larut. Dia segera melaporkan kejadian pengancaman dan maki-makian itu ke kantor polisi.

"Saya sudah lapor polisi terkait ini. Keluarga saya terancam dan ketakutan dengan ulah mereka," ungkap Rasimin kemarin.

Kasus ini sendiri berkaitan dengan Pilkades Kebon Ayu yang akan digelar tanggal 10 Desember mendatang. Panitia menutup masa pendaftaran tanggal 19 Nopember lalu. Ada 7 bakal calon yang mendaftar, dua diantaranya mendaftar di hari terakhir.

Diceritakan, malam harinya sekitar pukul 20.00 Wita, puluhan orang tiba-tiba mendatangi rumah ketua panitia. Dengan marah mereka menyebut panitia berbuat curang. 

Masuknya dua pendaftar di hari terakhir dianggap permainan panitia karena berpotensi menggugurkan calon mereka dalam tahap penentuan skor.

Padahal sebagaimana dalam aturan, maksimal jumlah calon 5 orang. Jika 7 orang yang mendaftar, maka panitia akan melakukan skoring. Dua calon yang nilainya paling rendah akan otomatis gugur. 

"Kenapa kamu gugurkan calon kami. Kalau calon kami tidak lulus, berarti kamu pelakunya. Awas keluargamu," ungkap Rasmini menirukan ancaman salah seorang oknum itu.

Ada anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa TNI yang berusaha menenangkan warga saat kejadian. Ada juga salah satu warga yang berteriak mau membunuh ketua panitia. Sebelum ke rumah panitia, puluhan warga ini terlebih dahulu mendatangi rumah salah satu Balon Kades yang lain dengan melakukan hal yang sama. 

"Sudah berkali-kali kami selaku panitia menegaskan bahwa kami hanya menjalankan aturan yang ada dalam Perbup. Siapapun boleh nyalon asal memenuhi syarat. Nggak bisa kami larang," ungkap ketua panitia Rasimin Abdul Malik. 

Aparat keamanan dari Polsek Gerung tiba beberapa saat setelah itu. Camat Gerung Muliadi juga datang bersama Danramil Gerung. Sekitar setengah jam setelahnya mereka membubarkan diri dan berjanji datang lagi jika bakal calon mereka gagal jadi calon.

Selain sebagai Camat Gerung, Muliadi juga sebagai Pelaksana Tugas Kades Kebon Ayu. 

"Panitia sudah transparan melaksanakan tugas- tugasnya. Semua warga yang memenuhi syarat berhak nyalon," ungkapnya. 

Ketua panitia lapor polisi pada hari Selasa (20/11) dengan menyertakan bukti beberapa foto saat warga datang. Berdasarkan jadwal, para terlapor dipanggil Polres Lombok Barat pada Sabtu (24/11) kemarin. (Rd)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.