Header Ads

ads header

Momentum Hari Pahlawan Miliki Nilai Khusus

Sumber Foto: Bagian HumasPro Setda Lombok Tengah
Wakil Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri saat menabur bunga di taman makam pahlawan Lombok Tengah
SeputarLombok.com | Lombok Tengah – Bagi Pemkab Loteng, momentum peringatan hari pahlawan yang jatuh setiap tanggap 10 November bukan hanya sekedar seremonial belaka.

Lebih dari itu, momentum untuk mengenang perang fisik perdana pasca kemerdekaan itu adalah untuk menumbuhkan semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih dalam melayani masyarakat.

Wakil Bupati Loteng, HL Pathul Bahri yang menjadi inspektur upacara dalam apel tahunan ini mengatakan, di bulan November ingatan kolektif bangsa bakal tertuju pada keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan yang telah gugur mendahului generasi saat ini.

Hal itu harus menjadi dasar perjuangan pemimpin daerah untuk terus berkhidmat bagi masayrakat.

“Para syuhada bangsa tersebut telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdiri kokoh sampai saat ini dan untuk selamanya,” imbuh Wabup sembari membacakan amanat Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Apel peringatan Hari Pahlawan tahun ini digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di Halaman Kantor Bupati Loteng. Kegiatan untuk mengenang peristiwa pertempuran di Surabaya pada 73 tahun silam ini dirangkai dengan kunjungan Satuan Kerja Pelayan Masyarakat (SKPM) Loteng ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Praya.

Lebih jauh Pathul menjelaskan, prosesi peringatan Hari Pahlawan khususnya Upacara pengibaran Bendera Merah Putih serta mengheningkan cipta secara serentak selama 60 detik seperti yang dilakukan dalam pelaksanaan apel ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air, dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hati sanubari bangsa Indonesia. 

Peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna, bukan hanya sebagai prosesi namun subtansi. Sebab, setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Karenanya dalam momentum kali ini harus membawa energi dan semangat baru mewarisi nilai perjuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia,” ajaknya.

Ia menegaskan, Tema Hari Pahlawan Tahun 2018 adalah 'Semangat Pahlawan Di Dadaku’ mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan yang tertanam nilai-nilai kepahlawanan. Oleh karenanya, siapapun dapat menjadi pahlawan, tanpa terkecuali. 

“Dari itu, mari kita selalu berinisiatif mengabdikan diri  agar bermanfaat  dan membawa kemaslahatan untuk diri, lingkungan sekitar, serta bangsa dan negara,” serunya. 

Peringatan Hari  Pahlawan tahun 2018 harus mendorong semua elemen melahirkan ide dan gagasan guna mentransformasikan  semangat pahlawan. Dari sana, muncul keuletan seseorang dalam melaksanakan pembangunan, hingga bisa mentransformasikan keberanian melawan penjajah. 

“Ini menjadi inspirasi kita mengusir musuh bersama bangsa saat ini, khususnya masalah kemiskinan. Selain itu, perlu ada sebuah inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia,” tegasnya. 

Di sisi lain, bangsa Indonesia yang memiliki beragam agama, suku, adat istiadat juga harus mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal sosial untuk dipergunakan sebagai keunggulan Indonesia dalam pergaulan dunia. Bukan justru untuk memanfaatkan perbedaan ini demi kepentingan pribadi maupun golongan yang menjadi penghambat bagi kemajuan bangsa. 

“Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karater local yang luhur, percaya diri dan peka  terhadap permasalahan sosial sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha di bidang kesejahteraan sosial, hingga memberikan pelayanan sosial,” tandasnya. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.