Kamis, 29 November 2018

Lombok Barat Kupas Tuntas Peran Pemuda dalam Pembangunan


Seputar Lombok - Pemuda harus siap dan berani menunjukan jati dirinya dalam ikut serta membangun daerah. Ungkapan ini dilontarkan Wakil Ketua DPRD Lombok Barat Sulhan Muchlis Ibrahim, Kamis (29/11), dalam dialog interaktif mengangkat tema Membangun Lombok Barat bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Barat Ma’ad Adnan.
Dialog Interaktif yang gelar di Ruang Rapat Komisi DPRD Lombok Barat itu, dikupas habis tentang keterlibatan pemuda dalam pembangunan. Dimana pemuda merupakan generasi yang populasinya terbanyak untuk saat ini.
“Pemuda harus masuk dan terlibat dalam kekuasaan, kepemerintahan, dan perencanaan sebuah pembangunan di wilayahnya, baik di wilayah desa, kecamatan, kabupaten sampai ke pusat,” ungkap Sulhan Muchlis.
“Pemerintah setempat juga harus melibatkan dan merangkul pemuda,” imbuhnya.
Selain itu, Sulhan Mukhlis yang pernah menjabat Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Barat berpesan, agar pemuda khususnya yang ada di Lombok Barat tidak lagi terkontaminasi oleh penyakit yang dia istilahkan dengan “Penyakit Subur”.
“Lobar ceritanya dulu pernah menjadi wilayah tersubur, sehingga pemuda banyak yang terpengaruh oleh tekanan orang tua yang lebih baik disuruh kerja sawah, kebun (bertani) ketimbamg menuntut pengetahuan, apalagi sampai ke luar daerah,” ujarnya.
Sejalan dengan Sulhan, Plt. Kepala Dispora Lombok Barat Ma’ad Adnan mengatakan bahwa pemuda harus mampu menunjukan sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya.
“Saya harap para pemuda kita yang ada di Lobar mempunyai dua modal utama sebagai dasar ikut berpartisipasi membangun Lobar, yaitu mengusai ilmu dan teknologi dan mampu mengusai minimal dua bahasa asing,” ungkapnya.
“Sebagaimana pengalaman kita beberapa waktu lalu saat Kirab Pemuda Nusantara, syarat pertama harus bisa bahasa Inggris,” imbuh Ma’ad Adnan.
Selain itu, lanjutnya, pemuda harus memupuk atau menguatkan kembali semangat nasionalisme tanpa harus meninggalkan jati diri daerahnya.
“Semangat nasionalisme diperlukan sebagai identitas kebangsaan, sementara jati diri daerah akan menguatkan komitmen dalam membangun dan mengembangkan daerah,” katanya. (DN)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.