Jumat, 09 November 2018

Diterjang Banjir, Proyek Jembatan Rp. 3 Miliar Hancur


SeputarLombok.com | Lobar -  Sebuah proyek pembangunan jembatan senilai Rp. 3,6 M hancur.

Hancurnya proyek jembatan di Desa Pelangan Sekotong yang baru setengah jadi itu karena diterjang banjir yang terjadi akibat guyuran hujan lebat 2 hari belakangan.

Informasi yang berhasil dihimpun, air sungai yang menggerus kerangka jembatan itu merupakan kiriman dari gunung dan perbukitan yang ada di Desa Pelangan.

Luapan itu ternyata membawa sampah-sampah pepohonan yang tumbang dan beberapa pohon yang tampaknya bekas tertebang. 

Tiang-tiang penyangga yang terbuat dari bambu pun tak kuasa menahan terjangan air dan sampah yang menumpuk sehingga lengkungan jembatan yang memang terbilang rendah itu roboh dan sebagian hanyut. 

Kepala Dusun Gunung Embid, Komang Semara menginformasikan bahwa rendahnya lengkungan jembatan yang menjadi penyebabnya. Selain itu tumpukan sampah yang terbawa arus juga membuat jembatan itu roboh.

"Jembatannya roboh, diterjang air sungai yang meluap,” ujarnya menginformasikan. 

Komang juga mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menginformasikan kepada pihak kontraktor pelaksana terkait rendahnya lengkungan jembatan. 

Namun nampaknya tak begitu digubris. Begitu juga ketika dia memberanikan diri menghadap ke salah satu Kepala Bidang di Dinas PU, namun lagi-lagi informasi dan masukan yang di tak di dengar. 

"Kami lebih paham dengan kondisi disana. Namun kami tidak mengerti apa yang menjadi pertimbangan pihak Dinas dan kontraktor. Kami hanya bisa mengelus dada,” pungkasnya. 


Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PU-PR Lobar. Wartawan yang mencoba mengkonfirmasi pun tak mendapat jawaban dari pejabat terkait.

Dikonfirmasi terpisah, anggota DPRD Lobar I Dewa Kayan Sukarsana yang dikonfirmasi membenarkan bahwa rangka jembatan penghubung di Guung Embid itu hanyut terbawa arus. Dia mengaku diinformasikan oleh warga setempat termasuk Kepala Dusun Gunung Embid I Komang Semara.

"Ini harus disikapi serius. Jembatan itu penting bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan warga yang sakit,” katanya.

Merunut ke belakang, jembatan dengan nilai anggaran tahap awal mencapai Rp3,6 miliar itu seharusnya sudah rampung. Namun nyatanya, hingga kini belum juga terlihat peningkatan progress pengerjaan.

“Pemda harus tegas dalam mengambil sikap. Jangan biarkan seperti ini. Sama juga membuang-buang anggaran kalau begini,” kritiknya kemudian. (rd)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

1 komentar:

  1. Semoga jembatannya cepat di perbaiki. Agar masyarakat disana bisa nyaman

    BalasHapus