Kamis, 08 November 2018

Arbain : Warga Miskin Harus Dapat Pelayanan


SEPUTAR LOMBOK | GIRI MENANG-Kabupaten Lombok Barat ternyata belum bebas dari Kasus Gizi Buruk. Buktinya salah satu balita yang berasal dari Dusun Tendaun Desa Mereje Timur Kecamatan Lembar menderita penyakit gizi buruk dan kini sedang dirawat di RSUD Tripat Gerung Lobar.

Kondisi Balita Merin cukup memperihatinkan kondisi badanna kurus ditambah lagi ada penyakit sesak nafas yang dialaminya.

Kondisi gizi buruk yang dialami oleh Merin diduga karena kurangnya perhatian dari kelurga, padahal dari kebutuhan ekonomi, ayah dari Merin yang bekerja sebagai dianggapnya sudah cukup karena setiap gajian ia mengirimkan uang untuk kebutuhan anak istrinya dirumah.

Saat ditemui di rumah sakit Ayah Merin Sukardi ia  menuturkan, anaknya ini dilahirkan sekitar 3 tahun lalu pada tahun 2015, saat lahir kondisi anaknya dalam keadaan normal,meskipun pada saat itu anaknya sempat sakit, namun kondisinya kembali sehat. Sadar akan kondisi ekonomi yang tidak baik, ia kemudian meninggalkan anak dan istrinya pergi ke Malaysia menjadi TKI.'' Anak saya dulu pas saya tinggal dalam kondisi sehat normal,'' tuturnya. 

Selama menjadi TKI ia mengaku rajin mengirimkan uang yang jaraknya beberapa  bulan sekali dengan nilai yang cukup besar antara Rp 10-11 juta. Setiap ia mengirim uang, dirinya selalu berpesan agar uang tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk merawat anaknya.'' Selama saya pergi anak saya diurus istri saya pada saat itu,''tuturnya.

Ia mengaku selama di Malaysia dirinya tidak tahu kalau anaknya mengalami sakit, apalagi sampai parah seperti ini, karena setiap dirinyaa nelfon, tidak pernah diberitahukan kondisi yang sebenarnya dari anaknya.  Meskipun sebenarnya ia sudah mendengar kabar dari keluarga yang ada dirumah yang tinggal satu kampung dengan istrinya kalau kondisi anaknya kurang diurus.'' Memang ada saya dengar informasi, tetapi saya kurang percaya,'' ujarnya.

Setelah ia pulang sekitar 2 bulan yang lalu, ia kaget melihat kondisi anaknya yang sakit parah, sampai mengalami gizi buruk.'' Melihat kondisi anak saya, saya langsung ceraikan istri (Mantan Istri) karena tidak mengurus anaknya dengan baik,'' tuturnya.

Setelah hampir dua bulan dirumah, Sukardi mengaku tidak memiliki uang untuk membiayai pengobatan anaknya, tidak ada sisa tabungan dari jerih payahnya selama 2 tahun di Malaysia, kendaraan sepeda motor yang  dibeli, sudah dijual untuk biaya pengobatan,  saat ini yang tersisa hanya tumpukan meterial bahan bangunan untuk membangun rumah yang belum sempat dilakukan.'' Uang sudah habis, tidak ada tabungan,'' katanya.

Atas kondisi ini, Direktur RSUD Tripat Lobar drg.H Arbain Ishak mengatakan balita yang mengalami kasus Gizi buruk sudah ditangani oleh pihak rumah sakit, untu sementar ini masih menjadi tanggungan dari Pemda Lobar dengan Bansos sebesar 5 juta.'' Sudah kita tangani dengan baik,'' katanya.

Sekarang balita Merin sudah keluar dari ruang IGD dan sudah dirawat di ruang Rawat Inap anak-anak. Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Lobar H.Rahman Sahnan Putra mengatakan, kasus gizi buruk di Lobar setiap tahunnya mengalami penurunan angka. Kalaupun sekarang ada yang ditemukan lagi, pasti disebabkan karena beberapa faktor, misalnya sakit bawaan dari lahir. Untuk kasus balita Merin ini, dinas Kesehatan belum melakukan pengecekan kelapangan, untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab gizi buruk yang dialami.'' Kita akan segera turun cek untuk mengetahui penyebabnya,'' kata Rahman.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.