Jumat, 16 November 2018

Akhirnya Loteng Tetapkan Tujuh Desa Jadi Kampung KB

SeputarLombok.com|Lombok Tengah - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB)  terus menggencarkan program Kampung Keluarga Berencana (KB). Hal ini guna mewujudkan program Presiden Jokowi sesuai dengan Nawacita membangun Indonesia dari pinggiran desa.

Sekda Loteng, HM Nursiah menyampaikan, konsep kampung KB yang dalam implementasinya mempunyai titik tekan pada kemandirian masyarakat guna membangun diri menggapai kesejahteraan.  Bentuknya yakni dengan memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat yang memperoleh pelayanan total program KB, sehingga mampu mewujudkan keluarga berkualitas.

“Salah satu terobosan  baru dalam upaya penguatan pelaksanaan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga dilakukan di desa-desa Stunting,” terang Sekda Loteng, HM Nursiah yang menyampaikan sambutan Bupati Loteng, HM Suhaili FT.

Ia menegaskan, dari 10 desa stunting di Loteng, tiga desa stunting seperti Desa Selong Belanak, Banyu Urip, dan Mertak sudah dicanangkan jadi kampung KB, sisanya tujuh desa seperti Sukaraja, Marong, Mekar Sari, Dakung, Teratak, Mantang, dan Sukadana dicanangkan pada kesempatan ini (kemarin, Red).

Pencanangan kampung KB yang dimulai sejak Tahun 2016 ini bertujuan membangun daerah dari pinggiran, sehingga pemerintah terus melaksanakan program pembentukan Kampung KB itu di 12 kecamatan.

“Ini guna menata penduduk agar tidak tumbuh liar, mengatur jumlah dan komposisi penduduk, demi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Keberadaan kampung KB ini juga diharapkan mampu menciptakan ekonomi keluarga masyarakat kecil  yang berkualitas. Di samping itu, ia berharap pelaksanaan program ini semakin berkembang pesat seiring dengan hasil nyata yang telah ditunjukkan dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, peningkatan taraf hidup, serta kesejahteraan masyarakat.

"Kampung KB ini juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah pernikahan usia dini serta mendorong Pemerintah Desa guna memenuhi pelayanan kesehatan dan gizi ibu, balita, dan masyarakat secara umum,” pungkasnya. (fiq)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.