Header Ads

ads header

Semenyer Nikmati Air Setiap Hari

Semenyer Nikmati Air Setiap Hari

Seputarlombok.com | Lombok Utara – Air menjadi barang berharga di sebagian wilayah di Kabupaten Lombok Utara jika musim kemarau tiba, mata air yang ada akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, Kampung Semenyer, Dusun Kakong, Desa Bentek, kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, sudah tidak kesulitan lagi dengan air setiap harinya meskipun kemarau datang. Hal ini, dikarenakan jiwa semangat gotong royong, yang terus di tanamkan dan disosialisasikan membuahkan hasil. Permasalahan air sudah bisa teratasi dan diinikmati setiap hari dengan memanfaatkan mata air alat-alat yang jarak dari kampung semenyer sekitar 2 km.

Selama ini warga dikampung semeneyer hanya mengandalkan mata air kali serungge dan mata air kali mano, akan tetepi jika musim kemarau datang mata air tersebut hilang dengan sendirinya.

Berita lainnya. 

Dengan dilakukan gotong royong dalam membuat saluran air hampir satu bulan, 58 kk warga kampung semenyer bisa menikmati air, meski kemarau datang. Warga setempat membuat idram yang disalurkan ke bak penampungan ditengah kampung. 
Awalnya mereka melakukan survey kemata air alat-alat, setelah itu membuat bak penenang setinggi 170 cm lalu dipasangkan pompa jarak 20 meter, kemudian dipasangkan pipa penyaluran air kekampung semenyer hampir 2km.

Saparudin, ketua RT kampung semenyer menjelaskan, jiwa semangat gotong royong yang selalu saya sosislisasikan dan berikan pemahaman kepada masyarakat. Sehingga, saluran air ini terbangun, dengan pemahaman air tidak hanya menikmati hari ini saja tetapi selamanya karena ini merupakan kebutuhan kita bersama, dan kita harus sama-sama membangun, memecahkan masalahnya, dan mencari solusinya.

‘alhamdulillah, semua warga antusias untuk gotong royong membangun saluran air ini dengan tidak mengeluarkan banyak biaya. Dulu pernah kita ditawari unutk penyaluran air, tetpai jaraknya hampir 14 km dengan biaya yang begitu besar sehingga kami tidak menyamgupinya.’jelasnya.

Untuk air yang masuk kekampung kita pakai bak jeruri dan dibagi ke perkelompok, satu kelompok berjumlah 10 orang, jika ada kelebihan debit air yang datang dan air tidak digunakan, kita akan alirkan kewilayah kampung sebelah, Karena banyak masih banyak kampung yang mengalami kesulitan air juga jika musim kemaruau tiba.”tutupnya.(red.)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.