Header Ads

ads header

Puluhan Ribu Pelanggan PDAM Disinyalir Hanya Bayar Angin

SeputarLombok.com|Lombok Tengah - Data mengenai adanya puluhan ribu pelanggan PDAM Lombok Tengah yang tidak mendapatkan air beberapa bulan terakhir, membuat Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah naik pitam.

Usai rapat tertutup bersama PDAM, Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah, M.Samsul Qomar membeberkan sejumlah persoalan terkait dengan pelayanan pdam bagi pelanggannya.

Samsul mengaku naik pitam akibat ketidak becusan Perusahaan Daerah Air Minum itu dalam memberikan pelayanan kepada puluhan ribu pelanggannya.

Dia membeberkan bahwa lebih dari satu smester belakangan, ternyata lebih dari 10 ribu atau sekitar 18 persen pelanggan PDAM tidak mendapatkan air, alias hanya diwajibkan untuk membayar angin saja.

Dijelaskan, PDAM berkilah bahwa tidak adanya air yang mengalir ke pelanggan itu, akibat musim kemarau yang berkepanjangan, serta berkurangnya debit air di beberapa sumber mata air baku yang ada di wilayah Utara Lombok Tengah.

“Alasannya memang karena musim kemarau, tapi maksud kami, kenapa tidak dicarikan solusi gitu,” tegasnya.

Lebih tegas lagi, Samsul Qomar menghimbau kepada masyarakat agar tidak membayar air ke PDAM jika memang pelayanan berupa air tidak sampai ke pelanggan.

“Kalau mereka nagih, suruh nagih ke saya, nanti saya yang bayarkan masyarakat,” sambungnya tegas.

Samsul Qomar mengatakan, dalam rapat tertutup itu, pihaknya juga meminta kepada pihak PDAM agar memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama yang berada di wilayah Kecamatan Praya, Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya Timur, Jonggat dan Pringgarata dengan menggunakan mobil tangki air.

Hal itu agar masyarakat bisa tetap menikmati air bersih di tengah persoalan saat ini. “Itu harus dilakukan, orang masyarakat disuruh bayar kok, dan itu kewajiban PDAM dong,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan PDAM asal Semayan Kecamatan Praya, Muzakir mengeluhkan pelayanan PDAM yang tidak maksimal beberapa bulan terakhir.

Karena sering tidak adanya air yang mengalir, ia mengaku terkadang terpaksa begadang untuk menunggu datangnya air di tengah malam tanpa adanya jadwal tertentu dan resmi dari PDAM sendiri.

“Harus nunggu dan kadang terpaksa begadang, biar bisa nampung di bak,” keluhnya. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.